Arti Kata "intoleran" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "intoleran" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

intoleran

in·to·le·ran a tidak tenggang rasa; tidak toleran

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "intoleran"

📝 Contoh Penggunaan kata "intoleran" dalam Kalimat

1.Masyarakat kita harus menghindari sikap intoleran dalam berinteraksi dengan orang lain.
2.Pemerintah harus menangani kasus intoleran yang terjadi di daerah tersebut dengan cepat dan tegas.
3.Pendidikan agama harus memberikan pelajaran mengenai pentingnya toleransi dan tidak toleran.
4.Kami tidak bisa menolerir sikap intoleran dari beberapa kelompok yang mengancam keamanan masyarakat.
5.Kegagalan dalam mengatasi intoleran di masyarakat dapat menyebabkan ketidakstabilan politik yang parah.

📚 Artikel terkait kata "intoleran"

Mengenal Kata 'intoleran' - Inspirasi dan Motivasi

Intoleran: Makna dan Konteks yang Perlu Diketahui

Intoleran adalah suatu kondisi mental atau emosi yang menyebabkan seseorang tidak dapat menerima atau menghargai perbedaan pada orang lain. Dalam sejarah, intoleran telah menjadi isu yang kompleks dan sensitif, terutama dalam konteks agama dan budaya. Dalam beberapa dekade terakhir, intoleran telah menjadi topik yang hangat dalam diskusi sosial dan politik di Indonesia. Dalam kehidupan sehari-hari, intoleran dapat bermanifestasi dalam berbagai bentuk, mulai dari diskriminasi terhadap minoritas hingga intoleransi terhadap pendapat yang berbeda. Misalnya, dalam konteks agama, intoleran dapat berarti tidak menerima atau menghargai agama lain. Sebagai contoh, "Dia tidak dapat menerima bahwa saya adalah seorang Muslim, karena dia merasa bahwa Islam adalah agama yang paling benar." Atau, "Kami tidak dapat menerima bahwa perusahaan tersebut memiliki karyawan yang belum beragama, karena kami merasa bahwa hal itu tidak sesuai dengan nilai-nilai kami." Dalam konteks budaya, intoleran dapat berarti tidak menerima atau menghargai perbedaan dalam budaya dan tradisi. Misalnya, "Dia tidak dapat menerima bahwa saya memiliki tradisi makan yang berbeda, karena dia merasa bahwa tradisi makan kami adalah yang paling benar." Atau, "Kami tidak dapat menerima bahwa festival tersebut memiliki tema yang berbeda, karena kami merasa bahwa tema yang kami kenal adalah yang paling relevan." Dalam kehidupan sehari-hari, intoleran dapat berdampak negatif pada hubungan antar manusia dan masyarakat. Dalam konteks Indonesia modern, intoleran dapat bermanifestasi dalam berbagai bentuk, seperti diskriminasi terhadap minoritas, intoleransi terhadap pendapat yang berbeda, dan ketidaktoleran terhadap perbedaan budaya dan tradisi. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami dan mengenali intoleran dalam berbagai konteks, sehingga kita dapat berkontribusi pada pembentukan masyarakat yang lebih toleran dan inklusif.