Arti Kata "asosiatif" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "asosiatif" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

asosiatif

aso·si·a·tif a bersifat asosiasi: bagi mereka, hubungan antara peristiwa-peristiwa yg terjadi itu hanya (bersifat) --

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "asosiatif"

📝 Contoh Penggunaan kata "asosiatif" dalam Kalimat

1.Berikut adalah lima contoh kalimat dalam bahasa Indonesia yang menggunakan kata "asosiatif":
2.Dalam konteks akademis, penelitian tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara faktor-faktor lingkungan dengan kondisi kesehatan manusia bersifat asosiatif.
3.Dalam sehari-hari, banyak orang yang menganggap bahwa hubungan antara makanan dan kesehatan adalah bersifat asosiatif, sehingga mereka sering kali tidak memperhatikan asupan makanan mereka.
4.Dalam sastra, novel tersebut menggunakan perpaduan antara unsur-unsur alam dan kehidupan manusia yang bersifat asosiatif untuk menggambarkan suasana hati sang tokoh.
5.Dalam konteks pendidikan, guru membantu siswa memahami konsep hubungan antara dua atau lebih variabel yang bersifat asosiatif, sehingga mereka dapat menganalisis data dengan lebih baik.

📚 Artikel terkait kata "asosiatif"

Mengenal Kata 'asosiatif' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Asosiatif" - Bagaimana Sifatnya Berpengaruh dalam Komunikasi

Kata "asosiatif" memiliki makna yang luas dan kompleks dalam bahasa Indonesia. Dalam konteks historis, kata ini berkembang sebagai bagian dari teori psikologi, terutama dalam bidang psikologi sosial. Teori asosiasi ini dikembangkan oleh Edward Thorndike pada abad ke-19, yang menjelaskan bahwa perilaku manusia dipengaruhi oleh asosiasi antara stimulus dan respons. Dalam konteks bahasa, kata "asosiatif" digunakan untuk menggambarkan sifat hubungan antara dua atau lebih aspek yang terkait. Dalam kalimat, kata ini digunakan untuk menunjukkan bahwa suatu hubungan antara aspek-aspek tertentu hanya bersifat asosiatif, bukan merupakan hubungan yang langsung atau esensial. Berikut beberapa contoh penggunaan kata "asosiatif" dalam kalimat yang alami: - "Hubungan antara kekayaan dan kebahagiaan tidak selalu bersifat asosiatif, karena banyak orang yang miskin tetap bahagia." - "Pengaruh media sosial terhadap perilaku konsumen dapat bersifat asosiatif, karena banyak faktor lain yang mempengaruhi keputusan konsumen." Dalam kehidupan sehari-hari, kata "asosiatif" memiliki relevansi yang signifikan. Dalam budaya Indonesia modern, kata ini sering digunakan dalam konteks komunikasi dan interaksi sosial. Misalnya, ketika seseorang mengatakan bahwa hubungan antara suatu fenomena dan konsekuensinya bersifat asosiatif, mereka berarti bahwa tidak ada hubungan langsung atau esensial antara keduanya. Dalam konteks ini, kata "asosiatif" digunakan untuk memahami kompleksitas fenomena sosial dan menghindari oversimplifikasi.