Arti Kata "apriori" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "apriori" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

apriori

ap·ri·o·ri a berpraanggapan sebelum mengetahui (melihat, menyelidiki, dsb) keadaan yg sebenarnya: kita tidak boleh bersikap --

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "apriori"

📝 Contoh Penggunaan kata "apriori" dalam Kalimat

1.Sebelum melakukan eksperimen, kita harus berapriori tentang hasilnya agar tidak menyesal.
2.Para ahli sosiologi berapriori bahwa perilaku masyarakat dipengaruhi oleh faktor ekonomi.
3.Dalam berbisnis, kita harus berapriori tentang kelemahan dan kekuatan kompetitor.
4.Para ilmuwan berapriori bahwa penelitian mereka akan memberikan hasil yang signifikan.
5.Kita tidak boleh berapriori tentang kemampuan murid baru tanpa melihat potensi mereka secara langsung.

📚 Artikel terkait kata "apriori"

Mengenal Kata 'apriori' - Inspirasi dan Motivasi

Bersikap Apriori: Konsep yang Perlu Dibahas

Kata **apriori** memiliki makna yang sangat luas dan telah digunakan dalam berbagai konteks. Secara etimologis, kata ini berasal dari bahasa Latin "apriori," yang berarti "berpraanggapan sebelum mengetahui." Dalam konteks sosial, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan sikap atau pendapat seseorang yang telah dibentuk sebelumnya, tanpa melihat atau menyelidiki keadaan yang sebenarnya. Kita sering melihat contoh **apriori** dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, ketika seseorang mengatakan, "Saya tidak akan pernah mencoba makanan asin karena saya tidak suka rasa asin," maka dia sedang bersikap **apriori**. Dia telah membuat kesimpulan berdasarkan pengalaman atau pendapat sebelumnya, tanpa melihat atau mencoba rasa makanan asin itu sendiri. Contoh lainnya adalah ketika seseorang mengatakan, "Saya tidak suka film yang dibintangi aktor tersebut karena dia tidak terlalu populer," maka dia juga sedang bersikap **apriori**. Dalam budaya Indonesia modern, **apriori** seringkali terkait dengan konsep prekonsepsi atau prasangka. Kita harus berhati-hati dalam bersikap **apriori**, karena prasangka dapat menyebabkan kita membuat kesimpulan yang tidak tepat atau bahkan salah. Oleh karena itu, penting untuk selalu membuka diri dan tidak bersikap **apriori** dalam berbagai konteks, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam berbagai diskusi dan debat. Dengan memahami konsep **apriori**, kita dapat menjadi lebih bijak dan tidak terjebak dalam prasangka atau kesimpulan yang tidak tepat. Oleh karena itu, penting untuk selalu membuka diri dan tidak bersikap **apriori** dalam berbagai konteks.