Arti Kata "antediluvium" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "antediluvium" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

antediluvium

an·te·di·lu·vi·um /antédiluvium/ n Geo masa sebelum diluvium (zaman pleistosen)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "antediluvium"

📝 Contoh Penggunaan kata "antediluvium" dalam Kalimat

1.Penelitian arkeologi menemukan bukti adanya penduduk di lokasi tersebut sejak zaman antediluvium.
2.Legenda mengatakan bahwa keajaiban tersebut terjadi pada zaman antediluvium, jauh sebelum kehidupan manusia.
3.Zaman antediluvium dianggap sebagai masa kejayaan peradaban kuno yang telah hilang.
4.Fenomena lingkungan yang terjadi pada zaman antediluvium masih belum dipahami secara baik.
5.Penggalian situs peninggalan zaman antediluvium telah menemukan artefak yang sangat menarik.

📚 Artikel terkait kata "antediluvium"

Zaman Antediluvium: Masa Kejayaan Peradaban Kuno

Zaman antediluvium dianggap sebagai masa kejayaan peradaban kuno yang telah hilang. Masa ini dianggap sebagai masa pra-sejarah, ketika manusia masih dalam tahap pembangunan peradaban yang sangat sederhana.

Penelitian arkeologi menemukan bukti adanya penduduk di lokasi tersebut sejak zaman antediluvium. Mereka menemukan artefak, seperti keramik, perhiasan, dan struktur bangunan yang sangat menarik.

Zaman antediluvium dianggap sebagai masa kejayaan peradaban kuno karena kemajuan teknologi dan kebudayaan yang sangat pesat. Mereka telah menciptakan sistem penulisan, matematika, dan ilmu pengetahuan yang sangat maju.

Tetapi, zaman antediluvium juga dianggap sebagai masa kehancuran. Mereka telah menghadapi bencana alam, seperti banjir, kekeringan, dan perang. Mereka telah kehilangan peradaban mereka dan harus mulai dari awal lagi.