Arti Kata "anomi" Menurut KBBI
Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "anomi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
anomi
ano·mi n 1 perilaku tanpa arah dan apatis: kini muncul sikap-sikap yg mengarah pd --; 2 Antr keadaan masyarakat yg ditandai oleh pandangan sinis (negatif) thd sistem norma, hilangnya kewibawaan hukum, dan disorganisasi hubungan antara manusia; 3 Psi gejala ketidakseimbangan psikologis yg dapat melahirkan perilaku menyimpang dl berbagai manifestasi: sikap perilaku spt itu terlihat ambivalen yg merupakan gejala awal --
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "anomi"
📝 Contoh Penggunaan kata "anomi" dalam Kalimat
📚 Artikel terkait kata "anomi"
Pengertian Anomi: Dampak dan Penanganan dalam Masyarakat
Pengertian Anomi
Anomi merupakan kondisi ketidakstabilan sosial yang disebabkan oleh ketidaksesuaian individu dengan norma-norma sosial yang ada. Dalam teori sosiologi, anomi didefinisikan sebagai keadaan di mana individu merasa kehilangan arah dan tujuan dalam hidupnya karena adanya konflik antara nilai-nilai yang dianut dan tuntutan sosial yang ada.
Anomi sering kali menjadi masalah serius dalam masyarakat karena dapat menyebabkan ketidakharmonisan, kebingungan, dan ketidakpuasan. Dampak dari anomi dapat beragam, mulai dari masalah psikologis hingga konflik sosial yang lebih luas.
Untuk menangani anomi, penting untuk memahami penyebab-penyebabnya. Faktor-faktor seperti perubahan sosial, ketidakadilan, dan alienasi dapat menjadi pemicu terjadinya anomi. Dengan mengidentifikasi faktor-faktor ini, kita dapat mencari solusi yang tepat untuk mengatasi anomi dan memulihkan keseimbangan sosial.
Pengaruh media sosial juga perlu dipertimbangkan dalam konteks anomi modern. Dengan perkembangan teknologi dan interaksi online yang intens, individu sering kali terpapar pada standar yang tidak realistis dan tekanan sosial yang berlebihan. Hal ini dapat memperburuk kondisi anomi dan meningkatkan risiko terjadinya ketidakstabilan sosial.
Dalam mengatasi anomi, pendekatan yang holistik dan berkelanjutan sangat diperlukan. Selain upaya individu untuk memahami diri sendiri dan tujuan hidupnya, dukungan dari lingkungan sosial dan pemerintah juga memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang stabil dan harmonis bagi semua individu.