Arti Kata "anarkisme" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "anarkisme" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

anarkisme

anar·kis·me n ajaran (paham) yg menentang setiap kekuatan negara; teori politik yg tidak menyukai adanya pemerintahan dan undang-undang

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "anarkisme"

📝 Contoh Penggunaan kata "anarkisme" dalam Kalimat

1.Pahami bahwa anarkisme bukanlah hal yang sama dengan kekacauan.
2.Beberapa kelompok aktivis menganut paham anarkisme dalam gerakan sosial mereka.
3.Diskusi tentang anarkisme seringkali memicu perdebatan yang panas di kalangan akademisi.
4.Beberapa negara melarang organisasi yang terkait dengan anarkisme karena dianggap mengancam keamanan.
5.Pemahaman yang mendalam tentang sejarah anarkisme dapat membantu mengurai kompleksitasnya.

📚 Artikel terkait kata "anarkisme"

Pengertian dan Konsep Anarkisme dalam Konteks Sosial dan Politik

Pengertian Anarkisme

Anarkisme merupakan sebuah paham politik dan sosial yang menolak otoritas dan hierarki dalam segala bentuknya. Para penganut anarkisme percaya bahwa masyarakat dapat berfungsi secara harmonis tanpa adanya negara atau sistem pemerintahan yang mengatur. Mereka menekankan pada konsep kebebasan individu, solidaritas, dan otonomi lokal sebagai prinsip utama dalam menjalani kehidupan bermasyarakat.

Dalam konteks sejarah, anarkisme telah menjadi gerakan politik yang aktif sejak abad ke-19. Para pemikir seperti Mikhail Bakunin dan Emma Goldman merupakan tokoh-tokoh penting dalam mengembangkan teori dan praktik anarkisme. Mereka menyoroti ketidakadilan sosial dan ekonomi yang diakibatkan oleh sistem kapitalisme dan negara, serta menawarkan solusi berbasis solidaritas dan kesetaraan.

Anarkisme seringkali disalahartikan sebagai bentuk kekacauan atau tindakan destruktif. Namun, sebenarnya anarkisme bukanlah hal yang sama dengan kekacauan. Paham ini justru menekankan pada tatanan sosial yang bersifat horizontal tanpa adanya pemaksaan dari pihak otoritas.

Beberapa gerakan aktivis, terutama dalam konteks gerakan sosial dan politik, menganut paham anarkisme sebagai landasan ideologis mereka. Mereka percaya bahwa perubahan sosial yang bersifat revolusioner dapat terjadi melalui aksi kolektif yang dilandasi oleh nilai-nilai anarkis.

Di beberapa negara, paham anarkisme dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan dan ketertiban negara. Beberapa negara bahkan melarang organisasi atau kelompok yang terkait dengan anarkisme dan memberlakukan tindakan represif terhadap para pengikutnya.