Arti Kata "anak ayam kehilangan induk" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "anak ayam kehilangan induk" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

anak ayam kehilangan induk

Peribahasa ribut dan bercerai-berai karena kehilangan tumpuan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "anak ayam kehilangan induk"

📝 Contoh Penggunaan kata "anak ayam kehilangan induk" dalam Kalimat

1.Karyawan perusahaan itu menjadi anak ayam kehilangan induk ketika bosnya meninggalkan perusahaan.
2.Pada saat perdebatan internal parlemen, anggota politik menjadi anak ayam kehilangan induk.
3.Setelah pemimpin partai yang berpengaruh meninggal, partai tersebut menjadi anak ayam kehilangan induk.
4.Ketika pemimpin tim sepak bola meninggalkan tim, anggota tim menjadi anak ayam kehilangan induk.
5.Pada masa transisi kepemimpinan, organisasi internasional menjadi anak ayam kehilangan induk karena kehilangan arah.

📚 Artikel terkait kata "anak ayam kehilangan induk"

Mengenal Kata 'anak ayam kehilangan induk' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Anak Ayam Kehilangan Induk" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "anak ayam kehilangan induk" merupakan peribahasa yang populer dalam bahasa Indonesia. Maknanya adalah **ribut dan bercerai-berai karena kehilangan tumpuan**. Dalam konteks historis, peribahasa ini mungkin berasal dari pengalaman mengawasi anak ayam yang kehilangan induknya. Tanpa induk yang menjaganya, anak-anak ayam akan **bercerai-berai dan mulai berburu makanan sendiri**, sehingga mereka menjadi lebih mudah **kehilangan tumpuan**. Dalam kehidupan sehari-hari, peribahasa ini sering digunakan untuk menggambarkan situasi di mana seseorang atau kelompok orang **kehilangan tumpuan** karena adanya konflik atau permasalahan internal. **Anak ayam kehilangan induk** juga dapat digunakan untuk menjelaskan bagaimana sebuah tim atau organisasi dapat **mudah berantakan** jika tidak ada kepemimpinan yang jelas. Contoh penggunaan kata **anak ayam kehilangan induk** dalam kalimat yang alami adalah sebagai berikut: - Setelah **kehilangan tumpuan**, tim tidak bisa menyelesaikan proyek tersebut. - **Anak ayam kehilangan induk** membuat mereka sulit berkembang dan maju. - Setelah **bercerai-berai** karena konflik, keluarga tidak bisa menemukan tumpuan lagi. Dalam budaya Indonesia modern, peribahasa **anak ayam kehilangan induk** masih relevan untuk memberikan inspirasi dan motivasi kepada seseorang atau kelompok orang. Dengan memahami makna **anak ayam kehilangan induk**, kita dapat menghindari kesalahpahaman dan konflik internal, sehingga dapat **menemukan tumpuan** dan **maju** dalam kehidupan kita.