Arti Kata "air cucuran atap jatuh ke pelimbahan juga" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "air cucuran atap jatuh ke pelimbahan juga" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

air cucuran atap jatuh ke pelimbahan juga

air cucuran atap jatuh ke pe.lim.bah.an juga Peribahasa biasanya sifat anak menurut teladan orang tuanya

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "air cucuran atap jatuh ke pelimbahan juga"

📝 Contoh Penggunaan kata "air cucuran atap jatuh ke pelimbahan juga" dalam Kalimat

1.air cucuran atap jatuh ke pelimbahan juga, seperti anak yang meniru kebiasaan orang tuanya.
2.Anak-anak di desa kecil belajar dari teladan tetangga yang suka membuang sampah ke pelimbahan, air cucuran atap jatuh ke pelimbahan juga.
3.Dalam peribahasa, air cucuran atap jatuh ke pelimbahan juga berarti anak meniru kebiasaan orang tuanya.
4.Di sekolah, guru memberikan pelajaran tentang pentingnya menjaga lingkungan, air cucuran atap jatuh ke pelimbahan juga jika tidak dilakukan oleh semua orang.
5.Rakyat desa kecil bersepakat untuk melakukan kegiatan bersih-bersih lingkungan, air cucuran atap jatuh ke pelimbahan juga jika tidak ada peran aktif warga.

📚 Artikel terkait kata "air cucuran atap jatuh ke pelimbahan juga"

Mengenal Kata 'air cucuran atap jatuh ke pelimbahan juga' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "air cucuran atap jatuh ke pelimbahan juga" - Inspirasi dan Motivasi

Kata air cucuran atap jatuh ke pelimbahan juga adalah salah satu peribahasa yang populer di Indonesia. Peribahasa ini biasanya digunakan untuk menggambarkan sifat anak yang menurut teladan orang tuanya. Dalam konteks historis, peribahasa ini muncul sebagai refleksi dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat Indonesia. Peribahasa ini menunjukkan bagaimana anak-anak seringkali meniru perilaku dan sifat orang tuanya, baik itu positif maupun negatif. Peribahasa air cucuran atap jatuh ke pelimbahan juga juga dapat digunakan dalam kalimat yang alami. Contohnya, "Anaknya meniru kebiasaan ayahnya yang suka menunda-nunda pekerjaan, jadinya semua pekerjaanannya juga selalu terlambat." Dalam kalimat ini, peribahasa digunakan untuk menggambarkan bagaimana anak-anak dapat meniru kebiasaan dan perilaku orang tuanya, baik itu positif maupun negatif. Contoh lain adalah, "Ibu tidak pernah membuang sampah dengan benar, jadinya anaknya juga tidak pernah melakukannya." Dalam kalimat ini, peribahasa digunakan untuk menggambarkan bagaimana anak-anak dapat meniru kebiasaan dan perilaku orang tuanya yang tidak baik. Dalam kehidupan sehari-hari, peribahasa air cucuran atap jatuh ke pelimbahan juga masih sangat relevan. Masyarakat Indonesia masih seringkali mengalami masalah karena meniru perilaku dan sifat orang tuanya. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui dan memahami makna peribahasa ini, sehingga kita dapat menghindari kesalahan yang sama. Dengan memahami makna peribahasa ini, kita dapat menjadi lebih bijak dan berhati-hati dalam meniru perilaku dan sifat orang tuanya.