Arti Kata "abortiva" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "abortiva" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

abortiva

abor·ti·va n obat-obatan yg dapat menggugurkan kandungan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "abortiva"

📝 Contoh Penggunaan kata "abortiva" dalam Kalimat

1.Klinik tersebut hanya menyediakan obat abortiva untuk kepentingan medis yang sangat sulit.
2.Ibu hamil yang berusia 40 tahun tersebut memutuskan untuk menggunakan obat abortiva karena kondisi kesehatannya yang rapuh.
3.Dalam kitabnya, dokter menulis bahwa obat abortiva dapat menyebabkan komplikasi pada beberapa wanita.
4.Saat itu, saya tidak menyadari bahwa obat yang saya konsumsi adalah obat abortiva, dan akhirnya saya mengalami komplikasi.
5.Dalam beberapa tahun terakhir, banyak negara yang melarang penjualan obat abortiva secara bebas.

📚 Artikel terkait kata "abortiva"

Mengenal Kata 'abortiva' - Inspirasi dan Motivasi

Obat-Obatan Abortiva: Pengertian dan Kegunaannya

Obat-obatan abortiva adalah jenis obat yang dapat digunakan untuk menggugurkan kandungan. Kata ini telah ada sejak lama dan telah digunakan dalam berbagai konteks, terutama dalam konteks medis. Pada awalnya, obat-obatan abortiva digunakan sebagai alternatif untuk proses aborsi, yang pada saat itu masih dianggap tabu.

Obat-obatan abortiva biasanya digunakan dalam bentuk pil, injeksi, atau cairan. Mereka bekerja dengan cara menghambat pertumbuhan embrio atau mengganggu proses pembentukan kandungan. Namun, penggunaan obat-obatan abortiva harus diawasi oleh dokter, karena ada risiko komplikasi yang dapat terjadi.

Contoh penggunaan kata abortiva dalam kalimat alami adalah: "Ibu itu menggunakan obat abortiva untuk menggugurkan kandungan pada minggu ke-10 kehamilan." atau "Dokter menyarankan pasien untuk tidak menggunakan obat abortiva karena dapat menyebabkan komplikasi." Selain itu, kata abortiva juga dapat digunakan dalam konteks ilmiah, seperti "Penelitian terbaru menunjukkan bahwa obat abortiva dapat mempengaruhi kinerja hormon pada wanita."

Obat-obatan abortiva juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia. Banyak wanita yang mencari obat abortiva untuk menggugurkan kandungan karena berbagai alasan, termasuk kehamilan tidak diinginkan atau kehamilan yang terjadi pada usia yang relatif muda. Namun, penggunaan obat abortiva harus diawasi oleh dokter, karena ada risiko komplikasi yang dapat terjadi.

Seiring dengan kemajuan teknologi dan penelitian, obat-obatan abortiva telah berkembang menjadi lebih efektif dan aman. Namun, masih ada beberapa risiko yang terkait dengan penggunaan obat abortiva, seperti efek sampingan atau komplikasi yang dapat terjadi. Oleh karena itu, penting untuk memilih obat abortiva yang tepat dan menggunakan cara yang aman untuk menggugurkan kandungan.