Arti Kata "wartawan amplop" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "wartawan amplop" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

wartawan amplop

Cakapan (tidak baku) wartawan yang suka menerima uang atas berita yang dimuatnya; wartawan amplop cetak wartawan pencari berita untuk media cetak: puluhan wartawan amplop cetak meliput kegiatan di Kejaksaan Agung

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "wartawan amplop"

📝 Contoh Penggunaan kata "wartawan amplop" dalam Kalimat

1.wartawan amplop di media cetak seringkali menulis berita yang tidak akurat.
2.Di dunia perfilman, karakter wartawan amplop sering digambarkan sebagai figura yang korup.
3.Selama acara konferensi pers, wartawan amplop mencari berita menarik untuk dimuat.
4.Di sekolah, anak-anak diajarkan untuk tidak menjadi seperti wartawan amplop yang tidak jujur.
5.Dalam novel yang berlatar di dunia jurnalistik, ada tokoh wartawan amplop yang harus dihadapkan pada konsekuensinya.

📚 Artikel terkait kata "wartawan amplop"

Mengenal Kata 'wartawan amplop' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Wartawan Amplop" - Inspirasi dan Motivasi

Definisi dan Konteks Wartawan Amplop

Wartawan amplop adalah istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan wartawan yang suka menerima uang atas berita yang dimuatnya. Istilah ini telah menjadi bagian dari bahasa Indonesia modern, terutama dalam konteks media cetak. Wartawan amplop dapat diartikan sebagai wartawan yang mencari keuntungan secara materi, baik melalui pemberian uang atau hadiah lainnya, atas berita yang mereka tulis. Dalam sejarah, istilah wartawan amplop telah digunakan untuk menggambarkan praktik-praktik korupsi yang terjadi di kalangan wartawan. Wartawan amplop dianggap sebagai wartawan yang tidak dapat dipercaya, karena mereka lebih peduli pada keuntungan materi daripada pada kebenaran dan integritas berita.

Contoh Penggunaan Kata Wartawan Amplop

Penggunaan kata wartawan amplop dapat dilihat dalam beberapa contoh berikut: - "Wartawan amplop tersebut telah membuat berita palsu untuk mendapatkan uang dari korporasi." - "Media tersebut telah menemukan bahwa beberapa wartawan amplop mereka telah menerima uang dari pihak tertentu." - "Wartawan amplop di media tersebut telah membuat berita yang tidak akurat untuk mempertahankan posisinya."

Relevansi Wartawan Amplop dalam Kehidupan Sehari-Hari

Wartawan amplop memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks media cetak. Wartawan amplop dapat dianggap sebagai contoh dari praktik-praktik korupsi yang terjadi di kalangan wartawan, dan telah menjadi topik yang sering dibahas dalam diskusi-diskusi tentang integritas media. Dalam budaya Indonesia modern, wartawan amplop dianggap sebagai wartawan yang tidak dapat dipercaya, dan telah menjadi sumber kekecewaan bagi masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi wartawan untuk tetap memiliki integritas dan kejujuran dalam melakukan pekerjaan mereka.