Arti Kata "wa" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "wa" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

wa

wa p 1 dan (dl beberapa ungkapan Arab): wallahu alam, dan hanya Allah yg paling mengetahui; 2 demi (diucapkan untuk bersumpah dl ungkapan Arab): wallahi, demi Allah

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "wa"

📝 Contoh Penggunaan kata "wa" dalam Kalimat

1.Dalam konteks sastra, ada sebuah puisi yang berbunyi: "Aku tidak pernah melupakanmu, wa cinta kita yang tak pernah pupus."
2.Dalam sebuah percakapan sehari-hari, seseorang berkata: "wa tidak ada yang bisa mengalahkan cintamu, kamu selalu ada di hatiku."
3.Dalam sebuah ungkapan Arab, seseorang berkata: "wallahu alam, hanya Allah yang paling mengetahui apa yang terjadi di masa depan."
4.Dalam konteks pendidikan, seorang guru berkata: "wa perlu kamu ketahui bahwa pelajaran ini sangat penting untuk masa depanmu."
5.Dalam sebuah sumpah, seseorang berkata: "wallahi, demi Allah, aku tidak akan pernah melupakan janji ini."

📚 Artikel terkait kata "wa"

Mengenal Kata 'wa' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Wa" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "wa" memiliki makna yang sangat luas dalam bahasa Indonesia, terutama dalam konteks historis dan sosial. Kata ini berasal dari bahasa Arab dan memiliki beberapa arti, yaitu "dan" atau "demi". Dalam penggunaan sehari-hari, kata "wa" sering digunakan untuk menambahkan informasi atau untuk menunjukkan kesetiaan kepada Allah. Kata "wa" dalam Konteks Historis Kata "wa" telah digunakan dalam bahasa Indonesia selama berabad-abad. Dalam konteks historis, kata ini sering digunakan dalam ungkapan-ungkapan yang mengandung makna spiritual, seperti "wallahu alam" yang berarti "dan hanya Allah yang paling mengetahui". Ungkapan ini sering digunakan untuk menunjukkan ketidakpastian atau kekurangan pengetahuan manusia. Penggunaan Kata "Wa" dalam Kalimat Kata "wa" dapat digunakan dalam berbagai kalimat untuk menambahkan informasi atau untuk menunjukkan kesetiaan. Contoh penggunaan kata "wa" dalam kalimat adalah: - "Saya akan pergi ke pasar wa saya akan membeli buah." (Dalam konteks ini, kata "wa" digunakan untuk menambahkan informasi tentang apa yang akan dilakukan setelah pergi ke pasar.) - "Wallahi, saya tidak tahu jawabannya." (Dalam konteks ini, kata "wa" digunakan dalam ungkapan "wallahi" yang berarti "demi Allah" untuk menunjukkan kesetiaan.) Kata "Wa" dalam Kehidupan Sehari-Hari Kata "wa" memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks budaya Indonesia modern. Dalam beberapa ungkapan, kata "wa" digunakan untuk menunjukkan kesetiaan atau kepercayaan. Contoh ungkapan yang menggunakan kata "wa" adalah "Wa laa tukedziril 'adhaalillaah" yang berarti "Dan tidak ada yang dapat menanggung azab Allah". Ungkapan ini sering digunakan dalam konteks spiritual untuk menunjukkan ketidakpastian dan kepercayaan kepada Allah.