Arti Kata "vasodilator" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "vasodilator" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

vasodilator

va·so·di·la·tor n Dok saraf atau zat yg dapat menyebabkan terjadinya dilatasi (pelebaran) pd pembuluh darah

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "vasodilator"

📝 Contoh Penggunaan kata "vasodilator" dalam Kalimat

1.Dokter memberikan resep obat vasodilator untuk meredakan gejala darah tinggi pada pasien.
2.Konsumsi sayuran seperti bawang putih yang memiliki sifat vasodilator dapat membantu mengurangi tekanan darah.
3.Penggunaan vasodilator dalam pengobatan hipertensi telah menjadi topik perdebatan di kalangan dokter dan peneliti.
4.Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak tanaman tertentu memiliki sifat vasodilator yang dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung.
5.Dalam pengobatan stroke, vasodilator digunakan untuk memperlancar aliran darah ke otak yang terdampak.

📚 Artikel terkait kata "vasodilator"

Mengenal Kata 'vasodilator' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Vasodilator" - Fungsi dan Manfaat dalam Kesehatan

Kata "vasodilator" mungkin tidak asing lagi bagi kamu yang tertarik dengan ilmu kedokteran atau farmakologi. Vasodilator adalah suatu kata yang berasal dari bahasa Latin, dengan arti "dok saraf atau zat yang dapat menyebabkan terjadinya dilatasi (pelebaran) pada pembuluh darah". Dalam konteks historis, konsep vasodilator sudah dikenal sejak abad ke-19, ketika ilmuwan mulai memahami bagaimana pembuluh darah berperan dalam mengatur tekanan darah.

Contoh Penggunaan Kata "Vasodilator" dalam Kalimat

Dalam praktik kedokteran, vasodilator sering digunakan untuk mengobati kondisi seperti hipertensi (tekanan darah tinggi) atau angina pectoris (nyeri dada akibat penurunan aliran darah ke jantung). Misalnya, dokter mungkin akan meresepkan obat vasodilator seperti nitroglycerin untuk mengurangi tekanan darah dan memperbaiki aliran darah ke jantung. Atau, mereka mungkin akan memberikan resep untuk mengonsumsi makanan yang kaya akan vasodilator alami, seperti buah-buahan dan sayuran yang dapat membantu melebarkan pembuluh darah.

Relevansi Kata "Vasodilator" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering tidak menyadari bahwa vasodilator alami ada di sekitar kita. Misalnya, minum teh hijau yang kaya akan kafein dapat mengaktifkan vasodilator alami dalam tubuh, sehingga membantu melebarkan pembuluh darah dan meningkatkan aliran darah. Atau, mengonsumsi makanan yang kaya akan lemak tak jenuh dapat membantu meningkatkan produksi vasodilator dalam tubuh, sehingga membantu mengurangi tekanan darah. Dengan demikian, vasodilator bukan hanya suatu konsep ilmiah, tetapi juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari.