Arti Kata "upah borongan" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "upah borongan" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

upah borongan

upah yang dibayarkan kepada karyawan bukan atas dasar satuan waktu (hari, minggu, bulan) melainkan atas dasar satuan barang (tugas) yang harus dikerjakan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "upah borongan"

📝 Contoh Penggunaan kata "upah borongan" dalam Kalimat

1.Perusahaan yang mempekerjakan pekerja bangunan harus membayarkan upah borongan berdasarkan tugas yang dikerjakan.
2.Perusahaan konstruksi menawarkan upah borongan kepada pelanggan, tetapi dengan syarat harus memenuhi standar kualitas bangunan.
3.Pengusaha kecil tidak dapat menangani proyek besar karena tidak memiliki kekuatan dan sumber daya untuk menanggung upah borongan pekerjanya.
4.upah borongan yang diterima oleh pekerja bangunan harus disetor ke bank untuk dipergunakan sebagai dana kepentingan bersama.
5.Pemerintah memutuskan untuk meningkatkan upah borongan bagi pekerja konstruksi karena kenaikan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika.

📚 Artikel terkait kata "upah borongan"

Mengenal Kata 'upah borongan' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Upah Borongan" dalam Dunia Kerja - Inspirasi dan Motivasi

Sejak lama, sistem upah di Indonesia telah berkembang pesat. Salah satu sistem yang populer adalah **upah borongan**, yaitu upah yang dibayarkan kepada karyawan bukan atas dasar satuan waktu (hari, minggu, bulan) melainkan atas dasar satuan barang (tugas) yang harus dikerjakan. Konsep ini telah ada sejak era kolonial Belanda, ketika pekerjaan-pekerjaan fisik seperti pembangunan infrastruktur dan pertanian lebih umum. Dalam konteks sekarang, **upah borongan** menjadi pilihan banyak perusahaan, terutama dalam industri konstruksi, perawatan bangunan, dan jasa. Perusahaan lebih suka membayar pekerjaan yang sudah selesai daripada melihat pekerjaan yang sedang berlangsung. Dengan demikian, pekerja dapat menikmati kebebasan dalam mengatur waktu dan bekerja dengan lebih efektif. Contoh penggunaan kata **upah borongan** dalam kalimat yang alami adalah sebagai berikut: "Pekerja di konstruksi baru-baru ini menuntut haknya untuk menerima **upah borongan** yang lebih tinggi untuk pekerjaan yang telah selesai." Atau, "Perusahaan sedang mencari karyawan yang mau bekerja dengan sistem **upah borongan** untuk menyelesaikan proyek pembangunan rumah." Dalam kehidupan sehari-hari, **upah borongan** juga relevan dengan sistem keuangan rumah tangga. Banyak orang yang memiliki sumber pendapatan tambahan melalui jasa-jasa seperti mengajar, memasak, atau bahkan menjadi pengasuh anak. Mereka dapat menerima **upah borongan** dari kliennya atas dasar satuan tugas yang telah diselesaikan. Dengan demikian, mereka dapat mengatur keuangan mereka dengan lebih baik dan meningkatkan kualitas hidup.