Arti Kata "tutuk" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "tutuk" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

tutuk

tu·tuk, v me·nu·tuk v mengetuk (memukul) perlahan-lahan: dokter ~ dada orang sakit itu; ~ pintu

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "tutuk"

📝 Contoh Penggunaan kata "tutuk" dalam Kalimat

1.Dokter dokter itu sangat ahli dalam ~ dada pasien sakitnya.
2.Anak kecil itu ~ pintu dengan jari-jarinya karena lupa kunci.
3.Di rumah sakit, dokter melakukan pemeriksaan dengan ~ dada pasien.
4.Pada pesta malam itu, tamu-tamu ~ gendang untuk menunjukkan kesenangan.
5.Saat bermain musik, pemain gitar ~ instrumen dengan lembut untuk mendapatkan nada yang benar.

📚 Artikel terkait kata "tutuk"

Mengenal Kata 'tutuk' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Tutuk" - Pengertian dan Contoh Penggunaan

Kata "tutuk" memiliki makna yang sangat spesifik dalam bahasa Indonesia. Berdasarkan KBBI, "tutuk" diartikan sebagai kata kerja yang berarti mengetuk atau memukul perlahan-lahan. Dalam konteks historis, kata ini sering digunakan oleh dokter dalam melakukan pemeriksaan sederhana pada pasien. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "tutuk" sering digunakan dalam kalimat yang alami. Contoh penggunaannya antara lain: Dokter melakukan tutuk pada dada pasien untuk memeriksa adanya gejala penyakit. Anak kecil yang sedang marah melakukan tutuk pada pintu karena merasa kesal. Atau, suami melakukan tutuk pada istrinya agar perlahan-lahan bangun pagi. Kata "tutuk" memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks medis. Dokter menggunakan kata ini untuk mengetuk atau memukul perlahan-lahan pada bagian tubuh pasien untuk memeriksa adanya gejala penyakit. Selain itu, kata ini juga digunakan dalam konteks sosial, seperti ketika seseorang melakukan tutuk pada pintu karena merasa kesal atau marah.