Arti Kata "tukung" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "tukung" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

tukung

tu·kung adv tidak berekor atau tidak bertulang ekor; ponggok: ayam --

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "tukung"

📝 Contoh Penggunaan kata "tukung" dalam Kalimat

1.Ayam tukung ini berlari dengan lincah di lapangan sepak bola.
2.Penggemar sepak bola sangat menghargai ayam tukung sebagai simbol keberanian.
3.Dalam proses seleksi hewan, para ahli menemukan seekor ayam tukung yang unik dan kuat.
4.Banyak orang yang memilih makan ayam tukung goreng sebagai hidangan utama.
5.Pada pameran peternakan, pengunjung dapat melihat langsung ayam tukung yang lucu dan menggemaskan.

📚 Artikel terkait kata "tukung"

Mengenal Kata 'tukung' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Tukung" dalam Bahasa Indonesia

Definisi dan Makna

Kata "tukung" berasal dari bahasa Jawa dan memiliki makna yang khas dalam Bahasa Indonesia. Secara resmi, kata ini digunakan untuk menggambarkan hewan yang tidak berekor atau tidak bertulang ekor, seperti ayam yang disebut "ayam tukung". Dalam konteks historis, kata ini mungkin digunakan untuk menggambarkan hewan-hewan yang tidak memiliki ekor atau memiliki ekor yang tidak lengkap.

Contoh Penggunaan dalam Kalimat

Kata "tukung" dapat digunakan dalam berbagai kalimat untuk menggambarkan konsep yang sama. Misalnya: - "Ayam tukung sangat populer di pasar tradisional." - "Hewan-hewan seperti kucing tukung dapat menjadi teman yang baik bagi orang yang memiliki hobi menangkap serangga." - "Dalam cerita rakyat, ada seekor angsa tukung yang menjadi simbol keberanian dan kekuatan."

Relevansi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Dalam kehidupan sehari-hari, kata "tukung" dapat digunakan untuk menggambarkan hewan-hewan yang tidak memiliki ekor atau memiliki ekor yang tidak lengkap. Selain itu, kata ini juga dapat digunakan dalam konteks budaya dan tradisi Indonesia, seperti dalam cerita rakyat dan lagu-lagu tradisional. Misalnya, "ayam tukung" dapat menjadi simbol keberanian dan kekuatan dalam cerita rakyat, sementara "kucing tukung" dapat menjadi teman yang baik bagi orang yang memiliki hobi menangkap serangga. Dengan demikian, kata "tukung" memiliki relevansi yang luas dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern.