Arti Kata "trikotomi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "trikotomi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

trikotomi

tri·ko·to·mi n pemisahan atau pembagian atas tiga golongan (kelompok)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "trikotomi"

📝 Contoh Penggunaan kata "trikotomi" dalam Kalimat

1.Dalam sistem pemerintahan, konsep trikotomi sering digunakan untuk mengklasifikasikan masyarakat atas tiga golongan sosial.
2.Pembagian trikotomi dalam suatu masyarakat dapat membantu meningkatkan kesadaran sosial dan memfasilitasi interaksi antara kelompok.
3.Seorang ahli politik menggunakan konsep trikotomi untuk menganalisis struktur kekuasaan dalam masyarakat yang kompleks.
4.Dalam konteks pendidikan, metode trikotomi dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan analitis di kalangan siswa.
5.Dengan menggunakan konsep trikotomi, seorang antropolog dapat memahami struktur sosial masyarakat tradisional yang memiliki sistem klasifikasi yang kompleks.

📚 Artikel terkait kata "trikotomi"

Mengenal Kata 'trikotomi' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Trikotomi" - Pemisahan Tiga Golongan dalam Konteks Sosial

Kata trikotomi memiliki makna yang menarik dalam konteks sosial. Dalam arti resmi, trikotomi adalah pemisahan atau pembagian atas tiga golongan (kelompok). Konsep ini memiliki sejarah panjang dalam teori politik dan sosial, di mana para filsuf dan ilmuwan mencoba memahami bagaimana masyarakat dapat dibagi menjadi tiga kelompok utama.

Contoh penggunaan kata trikotomi dalam kalimat yang alami adalah: "Pemilu terakhir di Indonesia digambarkan sebagai pemilihan antara tiga kelompok utama, yaitu konservatif, liberal, dan sosialis." Dalam konteks ini, trikotomi digunakan untuk menggambarkan bagaimana masyarakat dapat dibagi menjadi tiga golongan utama berdasarkan pandangan politik mereka. Selain itu, kata trikotomi juga digunakan dalam konteks lain, seperti dalam analisis pasar di mana tiga kelompok utama konsumen dapat dibedakan berdasarkan perilaku belanja mereka.

Dalam kehidupan sehari-hari, konsep trikotomi masih relevan. Misalnya, dalam konteks pendidikan, guru dapat menggunakan trikotomi untuk membagi siswa menjadi tiga kelompok berdasarkan kemampuan akademis mereka. Dalam konteks budaya, trikotomi dapat digunakan untuk memahami bagaimana masyarakat dapat dibagi menjadi tiga kelompok utama berdasarkan nilai-nilai dan kepercayaan mereka. Dengan demikian, kata trikotomi tetap menjadi konsep yang penting dalam memahami struktur sosial dan budaya masyarakat.