Arti Kata "teracak" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "teracak" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

teracak

te·ra·cak n 1 kuku kuda (lembu dsb); 2 bekas telapak kaki

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "teracak"

📝 Contoh Penggunaan kata "teracak" dalam Kalimat

1.Kuku kuda tersebut menimbulkan luka teracak pada telapak kakinya.
2.Pada saat berlari, kaki atlet teracak akibat jatuh pada tanah.
3.Bahan utama yang digunakan untuk membuat sepatu adalah bantalan yang terbuat dari karet tebal dan teracak.
4.Kuda liar yang menginjak kepalan kaki manusia meninggalkan bekas teracak yang sangat tajam.
5.Pada saat membersihkan kuda, kita harus berhati-hati untuk tidak teracak dengan kuku yang keras dan tajam.

📚 Artikel terkait kata "teracak"

Mengenal Kata 'teracak' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "teracak" - Makna Resmi dan Konteksnya

Kata "teracak" mungkin masih asing bagi banyak orang, terutama bagi mereka yang tidak pernah melihat atau menggunakan kuda. Kata ini memiliki makna resmi sebagai kuku kuda (lembu dsb) atau bekas telapak kaki. Dalam konteks historis, kata teracak sering digunakan untuk menggambarkan bagian luar kuku kuda yang tampak ketika kuda tersebut berjalan atau berlari. Penggunaan kata teracak juga dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, ketika kita melihat kuda berlari di padang lapang, kita dapat melihat teracak kuda tersebut. Dalam situasi lain, kita dapat menggunakan kata teracak untuk menggambarkan bekas telapak kaki pada meja atau dinding. Dalam kehidupan sehari-hari, kata teracak memang tidak terlalu umum digunakan, tetapi masih memiliki relevansi yang cukup penting. Misalnya, dalam budaya Indonesia modern, kata teracak sering digunakan dalam konteks kesenian, seperti lukisan atau patung yang menggambarkan kuda atau hewan lainnya. Dalam beberapa hal, kata teracak juga dapat digunakan untuk menggambarkan kekuatan atau kekuatan alam, seperti jejak kaki binatang liar.