Arti Kata "tarantisme" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "tarantisme" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

tarantisme

ta·ran·tis·me n Dok penyakit histeria yg menyebabkan penderita menari-nari

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "tarantisme"

📝 Contoh Penggunaan kata "tarantisme" dalam Kalimat

1.Dokter mengidentifikasi penyakit tarantisme pada pasien wanita muda tersebut.
2.Dalam klinik, dokter merawat pasien yang menderita tarantisme dengan terapi psikologis.
3.tarantisme sering terjadi pada penderita gangguan mental yang memerlukan perawatan intensif.
4.Peneliti menemukan bahwa tarantisme lebih umum terjadi pada wanita daripada pria.
5.Kasus tarantisme yang terjadi di desa tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat setempat.

📚 Artikel terkait kata "tarantisme"

Mengenal Kata 'tarantisme' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Tarantisme" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "tarantisme" mungkin tidak terdengar familiar di telinga kita, namun maknanya sangat menarik dan relevan dalam konteks psikologi dan budaya manusia. Dalam bahasa Indonesia, kata ini memiliki arti "dok penyakit histeria yg menyebabkan penderita menari-nari". Sejarah kata ini berkaitan dengan fenomena tarantella, sebuah jenis tarian tradisional Italia yang dipercaya dapat menyebabkan gangguan mental dan fisik pada penderitanya.

Contoh Penggunaan Kata "Tarantisme" dalam Kalimat

Pada awal abad ke-19, dokter Italia Bernhardi mengusulkan istilah "tarantisme" untuk menggambarkan gejala histeria yang ditandai dengan kecenderungan menari-nari. Fenomena ini seringkali terjadi pada wanita yang mengalami stres dan kecemasan. Contoh lain, seorang psikolog menyatakan bahwa gejala tarantisme dapat menjadi indikasi adanya gangguan mental yang lebih serius, seperti gangguan kecemasan atau gangguan histeria.

Relevansi Kata "Tarantisme" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Dalam kehidupan sehari-hari, kata "tarantisme" dapat dihubungkan dengan fenomena ekstrem yang melibatkan kecemasan dan stres. Misalnya, seseorang yang terlalu fokus pada kesuksesan dan prestasi mungkin mengalami kecenderungan menari-nari, seperti merasa gelisah dan tidak dapat tidur. Dalam budaya Indonesia modern, kata "tarantisme" dapat dihubungkan dengan fenomena seperti kecemasan dan stres yang disebabkan oleh tekanan sosial dan ekonomi. Dengan demikian, kata "tarantisme" bukan hanya sebagai istilah medis, tetapi juga dapat dihubungkan dengan aspek-aspek budaya dan psikologi manusia.