Arti Kata "tanak" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "tanak" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

tanak

ta·nak v, ber·ta·nak v 1 (sedang) memasak nasi: menumbuk di lesung ~ di periuk; 2 (yg) ditanak: nasi ~;
bagai ~ di kuali, pb
bermurah hati kpd orang lain sehingga mendatangkan kesusahan kpd diri sendiri;
me·na·nak v 1 memasak nasi (dl periuk, dng direbus saja tidak dikukus); 2 memasak dng merebus atau mengukus;
~ semua berasnya, pb memperlihatkan semua hartanya (kepandaian dsb);
~ kentang merebus kentang; ~ minyak memasak minyak (membuat minyak dr santan kepala);
ta·nak-ta·nak·an v bermain masak-masakan;
mem·per·ta·nak v menanak (nasi);
pe·na·nak n orang yg tugasnya menanak nasi; juru tanak;
se·per·ta·nak, ~ nasi n waktu yg lamanya sama dng orang menanak nasi (kira-kira 20 menit);
se·pe·na·nak, ~ nasi n sepertanak nasi

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "tanak"

📝 Contoh Penggunaan kata "tanak" dalam Kalimat

1.Dalam kehidupan sehari-hari, ibu saya selalu menanak nasi pagi hari untuk kami makan.
2.Pembantu rumah tangga kami memperlihatkan kemampuan menanak nasi yang sangat baik.
3.Dalam upacara adat, pekerjaan menanak nasi dianggap sangat penting dan tidak boleh disia-siakan.
4.Kami belajar menanak nasi secara tradisional di sekolah untuk memahami kebudayaan Indonesia.
5.Dalam kesulitan ekonomi, seseorang harus berpikiran bijak dan berdana untuk menanak nasi dengan apa yang ada.

📚 Artikel terkait kata "tanak"

Mengenal Kata 'tanak' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Tanak" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "tanak" memiliki makna yang kaya dan kompleks dalam bahasa Indonesia. Dalam konteks historis, kata ini berkaitan dengan kegiatan memasak nasi, yang merupakan bagian penting dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Menanak nasi adalah proses yang membutuhkan ketelatenan dan kesabaran, karena membutuhkan waktu yang lama untuk memasak nasi hingga matang. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "tanak" juga digunakan untuk menggambarkan sifat bermurah hati dan rela menanggung kesusahan. Orang yang bermurah hati akan menanak nasi untuk orang lain, meskipun harus menanggung kesusahan diri sendiri. Ini menunjukkan bahwa kata "tanak" tidak hanya terkait dengan proses memasak, tetapi juga dengan sikap dan perilaku manusia. Contoh penggunaan kata "tanak" dalam kalimat yang alami antara lain: - "Ibu sangat sabar menanak nasi untuk keluarga kami." (disini, kata "tanak" digunakan untuk menggambarkan proses memasak nasi) - "Ayah sangat bermurah hati menanak nasi untuk tetangga kami yang sedang sakit." (disini, kata "tanak" digunakan untuk menggambarkan sifat bermurah hati) Dalam budaya Indonesia modern, kata "tanak" masih relevan dan digunakan dalam beberapa konteks. Misalnya, dalam beberapa daerah di Indonesia, ada tradisi yang menggambarkan orang yang bermurah hati sebagai orang yang "tanak nasi" untuk orang lain. Ini menunjukkan bahwa kata "tanak" masih memiliki makna yang kuat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Dalam kesimpulan, kata "tanak" memiliki makna yang kompleks dan kaya dalam bahasa Indonesia. Dari konteks historis hingga kehidupan sehari-hari, kata ini dapat digunakan untuk menggambarkan proses memasak nasi, sifat bermurah hati, dan perilaku manusia.