Arti Kata "takzir" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "takzir" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

takzir

tak·zir Ar n hukuman yg dijatuhkan atas dasar kebijaksanaan hakim krn tidak terdapat dl Alquran dan hadis;
me·nak·zir·kan v menjatuhkan takzir

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "takzir"

📝 Contoh Penggunaan kata "takzir" dalam Kalimat

1.Peradilan menghukum tindakan pelanggaran dengan takzir karena tidak ada ketentuan yang jelas dalam Alquran dan hadis.
2.Pengadilan menjatuhkan takzir kepada pelaku tindak kejahatan karena tidak ada sanksi yang spesifik dalam hukum pidana.
3.Pengadilan menetapkan takzir sebagai hukuman yang sesuai karena pelaku tidak memiliki sejarah kejahatan sebelumnya.
4.Pengadilan menggunakan takzir sebagai hukuman yang lebih lembut bagi pelaku tindak kejahatan yang tidak berat.
5.Mahkamah Agung menetapkan takzir sebagai salah satu alternatif hukuman yang dapat diberikan kepada pelaku tindak kejahatan ringan.

📚 Artikel terkait kata "takzir"

Mengenal Kata 'takzir' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Takzir" - Hukum yang Menjadi Acuan dalam Peradilan

Apakah Itu Takzir?

Takzir adalah konsep hukum yang berasal dari tradisi hukum Islam dan dipakai dalam peradilan di Indonesia. Dalam konteks historis, kata takzir muncul sebagai alternatif untuk hukuman yang lebih keras, seperti qisas atau dihukum mati. Takzir diartikan sebagai hukuman yang dijatuhkan atas dasar kebijaksanaan hakim, karena tidak ada aturan jelas dalam Alquran dan hadis. Takzir menjadi acuan dalam peradilan karena tidak membahayakan kepentingan umum dan tetap menjaga keadilan.

Contoh Penggunaan Takzir dalam Kalimat

Penggunaan takzir dalam kalimat tidak hanya terbatas dalam konteks hukum. Berikut beberapa contoh penggunaan kata takzir dalam kalimat yang alami: - Pada sidang peradilan, hakim memutuskan untuk menjatuhkan takzir kepada pelaku tindakan kejahatan, karena tidak ada bukti yang cukup untuk membuktikan kesalahannya. - Pengadilan memutuskan untuk menggunakan takzir sebagai hukuman atas pelaku tindakan yang tidak melanggar aturan, tetapi masih perlu dibawa ke peradilan. - Kebijakan menjatuhkan takzir digunakan oleh hakim untuk menghindari hukuman yang lebih keras dan lebih sesuai dengan kepentingan umum.

Takzir dalam Kehidupan Sehari-Hari

Takzir bukan hanya merupakan konsep hukum, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Dalam budaya Indonesia modern, takzir sering digunakan sebagai alternatif untuk hukuman yang lebih keras. Dengan demikian, takzir menjadi bagian dari sistem hukum yang lebih adil dan lebih manusiawi. Takzir juga digunakan dalam konteks sosial, seperti dalam pengambilan keputusan untuk membantu orang yang memerlukan. Dengan demikian, takzir menjadi konsep yang sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari.