Arti Kata "taksir" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "taksir" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

taksir

1tak·sir n kira-kira; hitungan (kasar);
kurang -- , hilang laba, pb kurang hati-hati mungkin akan mendatangkan kerugian (kesusahan dsb);
me·nak·sir v 1 menentukan sesuatu (harga, banyaknya, jumlah, dsb) dng kira-kira: ia ~ harga sepeda motor ini Rp4.000.000,00; 2 mengira; menyangka dng menilik keadaan: banyak orang ~ petinju kita ini dapat mengalahkan petinju Rusia; 3 ada keinginan hendak (perasaan tertarik hati): me-nilik gerak-geriknya ia ~ gadis itu juga; 4 cak ingin memi-liki (membeli dsb); menghendaki: sebetulnya saya ~ sepeda itu;
tak·sir·an v kiraan; hitungan kasar: menurut ~ , harga gedung itu Rp500.000.000,00;
pe·nak·sir·an n proses, cara, perbuatan menaksir atau menaksirkan;
~ biaya Man perkiraan tingginya biaya pembuatan suatu produk, biasanya untuk keperluan penentuan harga

2tak·sir Ar 1 a tidak mengindahkan; lalai; alpa; 2 n kelalaian; kealpaan;
me·nak·sir·kan v melalaikan; mengalpakan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "taksir"

📝 Contoh Penggunaan kata "taksir" dalam Kalimat

1.Pada awalnya saya tidak terlalu menghiraukan kemampuan atlet muda ini, tetapi setelah melihatnya berlatih, saya mulai menaksir kemampuannya. Dalam membuat perencanaan keuangan, penting untuk melakukan taksiran yang akurat terhadap biaya operasional.

📚 Artikel terkait kata "taksir"

Mengenal Kata 'taksir' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Taksir" - Pengertian dan Contoh Penggunaan

Kata "taksir" sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, tetapi apa sebenarnya maknanya? Kata "taksir" berasal dari kata dasar "taksir" yang berarti menentukan harga atau jumlah sesuatu dengan perkiraan atau hitungan kasar. Dalam konteks sejarah, kata ini telah digunakan sejak zaman kolonial Belanda di Indonesia, ketika penjajah Eropa sering menggunakan istilah "taksir" untuk menggambarkan proses penilaian dan perhitungan biaya. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "taksir" sering digunakan dalam berbagai konteks, seperti dalam penjualan, perencanaan anggaran, atau bahkan dalam percakapan sehari-hari. Misalnya, ketika Anda ingin membeli sepeda motor, Anda mungkin akan bertanya kepada penjual tentang harga sepeda motor tersebut dan penjual mungkin akan menjawab bahwa harga sepeda motor itu sekitar Rp4.000.000,00, atau Anda mungkin akan mengatakan bahwa Anda **taksir** harga sepeda motor itu sekitar Rp3.000.000,00.

Contoh Penggunaan Kata "Taksir" dalam Kalimat

Berikut adalah beberapa contoh penggunaan kata "taksir" dalam kalimat yang alami: * Saya **taksir** harga rumah itu sekitar Rp500.000.000,00, tetapi saya tidak yakin. * Ia **taksir** bahwa biaya pembangunan jalan itu sekitar Rp10.000.000.000,00. * Saya ingin membeli sepeda motor itu, saya **taksir** harga sepeda motor itu sekitar Rp3.500.000,00.

Relevansi Kata "Taksir" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "taksir" memiliki relevansi yang cukup dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks penilaian dan perhitungan biaya. Dalam budaya Indonesia modern, kata "taksir" sering digunakan dalam berbagai konteks, seperti dalam penjualan, perencanaan anggaran, atau bahkan dalam percakapan sehari-hari. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami makna dan penggunaan kata "taksir" agar dapat berkomunikasi dengan efektif dan efisien dalam kehidupan sehari-hari.