Arti Kata "tahnik" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "tahnik" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

tahnik

tah·nik, me·nah·nik v mengunyahkan kurma kemudian dimasukkan ke mulut bayi dng digosokkan ke langit-langitnya: diriwayatkan bahwa Rasullulah saw. ~ bayi, mendoakan, dan menamakannya Al-Husen

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "tahnik"

📝 Contoh Penggunaan kata "tahnik" dalam Kalimat

1.Dalam tradisi Islam, tahnik dilakukan sebagai sunnah Nabi Muhammad SAW ketika melahirkan bayi perempuan.
2.Pada saat itu, ibu bayi harus melakukan tahnik sebagai tanda kebahagiaan dan rasa syukur atas kelahiran anak perempuan.
3.Dalam masyarakat Arab, tahnik dianggap sebagai kebiasaan yang penting karena diyakini dapat membawa keberuntungan bagi bayi perempuan.
4.Pada saat melahirkan, ibu harus memastikan bahwa tahnik dilakukan dengan benar untuk menghindari kesalahan yang dapat membahayakan kesehatan bayi.
5.Sebagai bagian dari sunnah Nabi Muhammad SAW, tahnik dilakukan secara rutin pada setiap kelahiran bayi perempuan di masyarakat Muslim.

📚 Artikel terkait kata "tahnik"

Mengenal Kata 'tahnik' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "tahnik" - Tradisi Kekerasan Bayi yang Mengandung Makna Harapan

Tahnik adalah kata yang memiliki makna yang unik dan kental dengan nilai spiritual di dalamnya. Dalam arti resmi, tahnik adalah kegiatan mengunyahkan kurma kemudian dimasukkan ke mulut bayi dengan cara digosokkan ke langit-langitnya. Diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW telah melakukannya pada bayi Al-Husen, sebagai tindakan mendoakan dan menamai bayi tersebut dengan nama yang indah. Dalam kehidupan sehari-hari, tahnik seringkali dikaitkan dengan tradisi keagamaan Islam, terutama dalam rangkaian acara kehamilan dan kelahiran. Banyak orang tua yang melaksanakan tahnik sebagai wujud rasa syukur atas kelahiran bayi baru dan sebagai doa untuk masa depan bayi tersebut. Tahnik juga dapat dilakukan pada saat-saat tertentu, seperti pada hari kelahiran atau pada hari-hari tertentu dalam bulan Ramadan. Banyak orang tua yang melaksanakan tahnik sebagai wujud rasa syukur atas kelahiran bayi baru dan sebagai doa untuk masa depan bayi tersebut. Contoh penggunaan kata tahnik dalam kalimat yang alami adalah "Ibu melakukan tahnik pada hari kelahiran saya, sehingga saya dapat memiliki kehidupan yang lebih baik." Dalam budaya Indonesia modern, tahnik masih menjadi tradisi yang penting. Banyak orang tua yang melaksanakan tahnik sebagai cara untuk berdoa dan memohon kebaikan bagi bayi baru. Selain itu, tahnik juga dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan bagi keluarga, karena dapat membantu meningkatkan ikatan antara anggota keluarga.