Arti Kata "surup" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "surup" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

surup

1su·rup a patut; pantas; layak; sepadan: warna baju dan kerudung gadis itu -- benar

2su·rup v, ke·su·rup·an v kemasukan (setan, roh) sehingga bertindak yg aneh-aneh: penari kuda kepang yg - itu makan padi dan pecahan bola lampu

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "surup"

📝 Contoh Penggunaan kata "surup" dalam Kalimat

1.Pengadilan menilai bahwa hukuman tersebut tidak sepadan dengan kesalahan yang dilakukan.
2.Dalam konteks budaya, penari kuda kepang yang disurup setan itu menunjukkan tarian yang aneh-aneh.
3.Pengunjung museum merasa tidak seharusnya patung tersebut dipajang di lantai pertama karena tidak sepadan dengan keindahan bangunan.
4.Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang yang disurup biasanya berubah menjadi orang yang tidak biasanya.
5.Pengajar mengatakan bahwa tugas yang diberikan kepada siswa tidak sepadan dengan kemampuan mereka.

📚 Artikel terkait kata "surup"

Mengenal Kata 'surup' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "surup" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "surup" memiliki makna yang unik dalam bahasa Indonesia. Secara umum, kata ini digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang pantas, layak, atau sepadan. Dalam konteks historis, kata "surup" mungkin terkait dengan kepercayaan masyarakat tradisional yang percaya adanya roh atau setan yang dapat mempengaruhi perilaku seseorang. Namun, dalam penggunaan bahasa modern, kata "surup" lebih sering digunakan dalam konteks kehidupan sehari-hari. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "surup" sering digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang aneh atau tidak terduga. Misalnya, "Penari kuda kepang itu surup karena tergoda oleh roh yang muncul." Atau, "Dia menjadi surup setelah makan makanan yang tidak biasanya." Contoh lainnya, "Dia merasa surup karena tidak bisa menyelesaikan tugasnya." Kata "surup" juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern. Misalnya, dalam dunia hukum, kata "surup" digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang tidak pantas atau tidak layak. Atau, dalam konteks budaya, kata "surup" digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang aneh atau tidak biasa. Dengan demikian, kata "surup" menjadi bagian integral dari bahasa Indonesia yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.