Arti Kata "sumarah" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "sumarah" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

sumarah

su·ma·rah Jw a menyerah kpd keadaan; pasrah: dng -- diterimanya musibah itu dng segala tawakal dan ketabahan hati

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "sumarah"

📝 Contoh Penggunaan kata "sumarah" dalam Kalimat

1.Dia harus bersiap sumarah menghadapi kesulitan hidup yang datang.
2.Saya mengajarkan anak saya untuk selalu sumarah dan sabar dalam menghadapi tantangan.
3.Dalam agama, ketaatan dan sumarah adalah prinsip utama dalam menjalani hidup.
4.sumarah dan sabar, itu yang membuatnya bisa mengatasi kesulitan dan mencapai kesuksesan.
5.Dia memutuskan untuk sumarah dan meninggalkan kehidupan mewahnya untuk fokus pada kehidupan spiritualnya.

📚 Artikel terkait kata "sumarah"

Mengenal Kata 'sumarah' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Sumarah" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "sumarah" memiliki makna yang sangat dalam dalam bahasa Indonesia. Secara resmi, kata ini berarti "menyerah kpd keadaan; pasrah", yaitu diterimanya musibah dengan segala tawakal dan ketabahan hati. Konsep ini telah ada sejak zaman dahulu, ketika masyarakat masih sangat tergantung pada kekuatan alam dan kejadian alam.

Asal Usul Kata Sumarah

Kata "sumarah" berasal dari bahasa Jawa, yang memiliki pengaruh besar dalam perkembangan bahasa Indonesia. Dalam bahasa Jawa, kata ini memiliki makna yang sama, yaitu menyerah atau pasrah. Konsep ini sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menghadapi cobaan dan musibah. Dengan menjadi sumarah, seseorang dapat menghadapi keadaan dengan lebih baik dan tidak terlalu terpengaruh oleh perasaan negatif.

Contoh Penggunaan Kata Sumarah

Berikut beberapa contoh penggunaan kata "sumarah" dalam kalimat yang alami: - "Setelah kehilangan orang tua, dia menjadi sangat sumarah dan menerima nasib dengan sabar." - "Dia menghadapi kegagalan bisnis dengan menjadi sumarah dan mencari solusi yang lebih baik." - "Setelah musibah alam, masyarakat menjadi sangat sumarah dan bersatu untuk memulihkan kehidupan."

Relevansi Kata Sumarah dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "sumarah" sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menghadapi cobaan dan musibah. Dengan menjadi sumarah, seseorang dapat menghadapi keadaan dengan lebih baik dan tidak terlalu terpengaruh oleh perasaan negatif. Konsep ini juga sangat penting dalam menciptakan keharmonisan dan persatuan dalam masyarakat. Dengan menjadi sumarah, kita dapat lebih mudah menghadapi perubahan dan cobaan dalam kehidupan.