Arti Kata "subjek logis" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "subjek logis" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

subjek logis

Nomina atau frasa Nominal yang dalam klausa pasif, berfungsi sebagai pelaku atau penyebab perbuatan; untuk membedakannya dari subjek gramatikal

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "subjek logis"

📝 Contoh Penggunaan kata "subjek logis" dalam Kalimat

1.Dalam konteks pendidikan, guru adalah subjek logis yang memberikan les privat kepada siswa.
2.Ketua umum partai politik dianggap sebagai subjek logis yang memimpin perubahan sosial.
3.Pada kesempatan itu, pemimpin korporasi menjadi subjek logis yang mempresentasikan laporan tahunan kepada investor.
4.Dalam novel itu, protagonis menjadi subjek logis yang menghadapi konflik moral dalam kehidupan pribadinya.
5.Ketua komite olahraga dianggap sebagai subjek logis yang bertanggung jawab atas keselamatan atlet selama kompetisi.

📚 Artikel terkait kata "subjek logis"

Mengenal Kata 'subjek logis' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Subjek Logis" - Fungsi dan Contoh

Kata "subjek logis" sering digunakan dalam analisis gramatika untuk menjelaskan struktur kalimat. Namun, apa sebenarnya maknanya dan bagaimana penggunaannya dalam bahasa Indonesia? Sejarahnya, konsep subjek logis berasal dari ilmu tatabahasa, terutama dalam konteks analisis kalimat pasif. Dalam kalimat pasif, subjek logis memiliki peran sebagai pelaku atau penyebab perbuatan, sehingga membedakannya dari subjek gramatikal yang lebih umum digunakan.

Penggunaan Kata "Subjek Logis" dalam Kalimat

Dalam prakteknya, kata "subjek logis" sering digunakan dalam kalimat yang memerlukan penjelasan tentang pelaku atau penyebab perbuatan. Contoh kalimatnya adalah sebagai berikut: - Kalimat "Kota Jakarta dikerjakan oleh tim arsitek yang dipimpin oleh Bapak Soedjatmoko" membedakan antara subjek gramatikal (Kota Jakarta) dan subjek logis (tim arsitek yang dipimpin oleh Bapak Soedjatmoko) sebagai pelaku perbuatan. - Kalimat "Karya sastra Indonesia dipengaruhi oleh budaya Barat" juga menggunakan subjek logis (budaya Barat) untuk menjelaskan penyebab perbuatan. - Kalimat "Hukum pidana di Indonesia diperbarui oleh Undang-Undang No. 15 Tahun 2009" menggunakan subjek logis (Undang-Undang No. 15 Tahun 2009) untuk menjelaskan penyebab perubahan.

Relevansi Kata "Subjek Logis" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Penggunaan kata "subjek logis" dalam bahasa Indonesia tidak hanya terbatas pada analisis gramatika, tetapi juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks berbicara, kata ini digunakan untuk menjelaskan peran atau penyebab perbuatan dalam berbagai situasi. Misalnya, ketika menjelaskan tentang latar belakang suatu kejadian, kita dapat menggunakan subjek logis untuk menjelaskan penyebab atau pelaku perbuatan. Dalam budaya Indonesia modern, penggunaan kata "subjek logis" juga dapat ditemukan dalam berbagai jenis tulisan, seperti esai, artikel, dan laporan. Dengan demikian, kata "subjek logis" memiliki peran penting dalam membantu kita mengungkapkan ide dan gagasan dalam bahasa Indonesia yang efektif.