Arti Kata "sofisme" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "sofisme" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

sofisme

so·fis·me n alasan (argumen) palsu yg dimaksudkan untuk menipu atau memperdaya orang lain; ucapan yg muluk-muluk, tetapi hampa

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "sofisme"

📝 Contoh Penggunaan kata "sofisme" dalam Kalimat

1.Dia menggunakan sofisme untuk menjelaskan kebenaran teorinya di depan audiens.
2.Pernyataan politik tersebut adalah contoh sofisme yang mencoba menipu rakyat.
3.Professor mengingatkan mahasiswa bahwa mereka harus berhati-hati dengan sofisme dalam argumen akademis.
4.Kata-kata muluk-muluk dia adalah sofisme yang tidak memiliki dasar logika.
5.Argumen yang hanya berdasarkan emosi adalah sofisme yang tidak dapat dipercaya sebagai kebenaran ilmiah.

📚 Artikel terkait kata "sofisme"

Mengenal Kata 'sofisme' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Sofisme" - Cara Berargumen yang Palsu

Apa itu Sofisme? Sofisme adalah suatu metode berargumen palsu yang dimaksudkan untuk menipu atau memperdaya orang lain. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan ucapan atau tulisan yang muluk-muluk, tetapi hampa dan tidak memiliki dasar yang kuat. Sejarah sofisme dapat dilacak kembali ke Yunani kuno, di mana para sofis menggunakan logika dan argumen yang licik untuk memenangkan perdebatan dan meningkatkan reputasi mereka. Contoh Penggunaan Sofisme dalam Berbicara Sofisme sering digunakan dalam berbagai konteks, termasuk percakapan sehari-hari dan debat formal. Misalnya, seseorang yang ingin menjual produk tertentu mungkin menggunakan sofisme dengan menyatakan bahwa produk tersebut "sangat populer di kalangan masyarakat" tanpa menyebutkan bukti yang kuat. Atau, seorang politisi mungkin menggunakan sofisme dengan menyatakan bahwa "kebijakan baru ini akan meningkatkan perekonomian negara" tanpa memberikan detail tentang bagaimana kebijakan tersebut akan diimplementasikan. Relevansi Sofisme dalam Kehidupan Sehari-Hari Sofisme memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks komunikasi dan persuasi. Dalam era digital, sofisme dapat dengan mudah disebarluaskan melalui media sosial dan email. Oleh karena itu, penting untuk memiliki kemampuan mengenali dan menghindari sofisme dalam berkomunikasi. Dengan demikian, kita dapat memastikan bahwa komunikasi kita bersih dan efektif, serta tidak menipu atau memperdaya orang lain.