Arti Kata "setebal kulit bawang" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "setebal kulit bawang" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

setebal kulit bawang

se.te.bal kulit bawang tidak teguh atau tidak kuat iman (pendirian)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "setebal kulit bawang"

📝 Contoh Penggunaan kata "setebal kulit bawang" dalam Kalimat

1.Dia tidak bisa memimpin tim karena tidak setebal kulit bawang dalam menghadapi tantangan.
2.Sebagai seorang pendidik, dia harus memiliki iman yang kuat, bukan setebal kulit bawang.
3.Dalam pernikahan mereka, pasangan itu menunjukkan bahwa cinta mereka lebih dari sekadar kulit bawang.
4.Saya tidak bisa mengandalkan teman saya yang setebal kulit bawang dalam menghadapi wawancara kerja.
5.Sebagai pemimpin, dia harus memiliki kekuatan iman yang kuat, bukan setebal kulit bawang yang rentan terhadap tekanan.

📚 Artikel terkait kata "setebal kulit bawang"

Mengenal Kata 'setebal kulit bawang' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "setebal kulit bawang" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "setebal kulit bawang" sering digunakan dalam bahasa sehari-hari untuk menggambarkan kondisi iman atau pendirian seseorang yang tidak kuat. Istilah ini berakar dari pengalaman sehari-hari masyarakat Indonesia, di mana kulit bawang sering digunakan sebagai bahan pelumas atau penghilang bau. Namun, jika kulit bawang tidak cukup tebal, maka tidak akan efektif dalam menjalankan fungsinya. Begitu pula dengan iman atau pendirian seseorang yang "setebal kulit bawang", ia tidak akan bisa menghadapi tantangan atau kesulitan dengan kuat. Dalam konteks sosial, kata "setebal kulit bawang" sering digunakan untuk menggambarkan kondisi seseorang yang tidak memiliki keyakinan yang kuat atau tidak bisa mengambil keputusan yang tepat. Misalnya, "Dia tidak bisa menghadapi kesulitan karena imannya setebal kulit bawang." Atau, "Dia memutuskan untuk menyerah karena tidak memiliki keyakinan yang kuat, seperti seseorang yang memiliki iman setebal kulit bawang." Dalam kehidupan sehari-hari, kata "setebal kulit bawang" memiliki relevansi yang signifikan. Dalam budaya Indonesia modern, seseorang yang memiliki iman atau pendirian yang kuat dianggap sebagai contoh yang positif. Oleh karena itu, kata "setebal kulit bawang" sering digunakan sebagai motivasi untuk meningkatkan iman atau kepercayaan diri sendiri. Dengan memahami makna kata "setebal kulit bawang", kita dapat lebih mengenal diri sendiri dan meningkatkan iman atau pendirian kita. Penting untuk diingat bahwa kata "setebal kulit bawang" bukanlah istilah yang resmi dalam bahasa Indonesia, tetapi lebih sebagai metafora yang digunakan dalam bahasa sehari-hari. Namun, makna dan konsep yang terkandung di dalamnya sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari dan dapat menjadi sumber inspirasi untuk meningkatkan iman atau kepercayaan diri sendiri.