Arti Kata "semak pikiran" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "semak pikiran" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

semak pikiran

semak hati

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "semak pikiran"

📝 Contoh Penggunaan kata "semak pikiran" dalam Kalimat

1.Pengadilan menemukan bahwa tindakan sang menteri telah menimbulkan semak pikiran di kalangan masyarakat.
2.Di hari libur, ibu saya memutuskan untuk membersihkan semak pikiran di halaman rumah.
3.Dalam puisinya, penyair menggambarkan semak pikiran yang menimbulkan kegelisahan dan kecewa.
4.Guru saya mengajarkan anak-anak untuk membersihkan semak pikiran sebelum memulai pembelajaran baru.
5.Banyak orang yang mengalami semak pikiran karena kekecewaan dalam mencari pekerjaan.

📚 Artikel terkait kata "semak pikiran"

Mengenal Kata 'semak pikiran' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Semak Pikiran" - Inspirasi dan Motivasi

Kata semak pikiran sering digunakan dalam konteks emosi dan perasaan. Secara harfiah, semak pikiran memiliki makna yang sama dengan semak hati. Kata ini berasal dari zaman kolonial Belanda, ketika bahasa Indonesia mulai berkembang. Dalam bahasa Belanda, kata semak berarti semacam tumbuhan liar yang tumbuh dengan cepat dan tak terkendali. Sementara itu, kata pikiran berarti pikiran atau perasaan. Dalam konteks sehari-hari, semak pikiran sering digunakan untuk menggambarkan perasaan yang tidak terkendali atau emosi yang tidak stabil. Seseorang yang memiliki semak pikiran akan cenderung bertindak tanpa memikirkan konsekuensinya. Hal ini sering dianggap sebagai sifat yang negatif, karena dapat menyebabkan kesalahpahaman dan konflik dalam hubungan sosial. Berikut beberapa contoh penggunaan kata semak pikiran dalam kalimat yang alami: - "Dia memiliki semak pikiran yang membuatnya sering bertindak tanpa memikirkan konsekuensinya." - "Dia perlu mengendalikan semak pikirannya agar tidak menyebabkan kesalahpahaman dengan teman-temannya." - "Dia memiliki semak pikiran yang membuatnya sering marah tanpa alasan yang jelas." Dalam kehidupan sehari-hari, semak pikiran dapat menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi seseorang. Dengan mengendalikan semak pikiran-nya, seseorang dapat menjadi lebih bijak dan tidak mudah terpengaruh oleh emosi yang tidak stabil. Dalam budaya Indonesia modern, semak pikiran sering digunakan sebagai kata kunci untuk menggambarkan perasaan yang tidak terkendali atau emosi yang tidak stabil. Dengan demikian, semak pikiran dapat menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi seseorang untuk mengendalikan emosi mereka dan menjadi lebih bijak dalam kehidupan sehari-hari.