Arti Kata "seikat bagai sirih" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "seikat bagai sirih" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

seikat bagai sirih

Peribahasa seia sekata; sehina semalu; bersama-sama menanggung untung dan rugi atau senang dan derita

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "seikat bagai sirih"

📝 Contoh Penggunaan kata "seikat bagai sirih" dalam Kalimat

1.Bersama-sama kami menanggung untung dan rugi dalam bisnis ini.
2.Dalam pernikahan adikku, kami semua bersikap seia sekata untuk membuatnya bahagia.
3.Dalam konteks sastra, perjalanan hidup seorang pemuda seperti seikat bagai sirih yang rentan tercabut.
4.Dalam pelajaran sejarah di sekolah, guru mengajarkan bahwa perjuangan bangsa perlu dilakukan bersama-sama, seperti seikat bagai sirih.
5.Dalam kehidupan sosial, kami semua bekerja sama untuk membantu korban bencana alam, seperti seikat bagai sirih yang saling menguatkan.

📚 Artikel terkait kata "seikat bagai sirih"

Mengenal Kata 'seikat bagai sirih' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "seikat bagai sirih" - Inspirasi dan Motivasi

Dalam bahasa Indonesia, ada beberapa peribahasa yang memiliki makna yang sangat mendalam dan dapat menjadi inspirasi bagi kita dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu contoh peribahasa tersebut adalah **seikat bagai sirih**, yang memiliki arti **peribahasa seia sekata; sehina semalu; bersama-sama menanggung untung dan rugi atau senang dan derita**. Peribahasa ini berasal dari tradisi lama masyarakat Indonesia, di mana sirih digunakan sebagai bahan pengobatan dan memiliki nilai spiritual yang tinggi. Peribahasa **seikat bagai sirih** mengajarkan kita tentang pentingnya kerja sama dan kesabaran dalam menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan. Dalam konteks sejarah, peribahasa ini mungkin digunakan untuk menjelaskan bagaimana para pendiri negara Indonesia bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama, meskipun dihadapkan dengan berbagai kesulitan dan tantangan. Berikut beberapa contoh penggunaan kata **seikat bagai sirih** dalam kalimat yang alami: - "Kita harus bekerja sama seperti **seikat bagai sirih**, sehingga kita dapat mencapai tujuan bersama dan menghadapi tantangan yang sama." - "Pernikahan kita adalah contoh **seikat bagai sirih**, karena kita menanggung bersama-sama untung dan rugi dalam hidup ini." - "Kerja sama antara tim adalah seperti **seikat bagai sirih**, karena kita dapat mencapai tujuan bersama dan menghadapi tantangan yang sama." Peribahasa **seikat bagai sirih** masih sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari kita. Dalam era globalisasi dan perubahan sosial yang cepat, kita masih memerlukan kerja sama dan kesabaran untuk menghadapi berbagai tantangan. Oleh karena itu, perlu kita ingat dan mengajarkan peribahasa ini kepada generasi yang akan datang, sehingga mereka dapat belajar dari pengalaman kita dan menjadi lebih kuat dalam menghadapi tantangan yang akan datang.