Arti Kata "satak" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "satak" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

satak

sa·tak kl n 1 tali pencocok uang; 2 dua ratus picis

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "satak"

📝 Contoh Penggunaan kata "satak" dalam Kalimat

1.Di pasar malam, penjual menggunakan satak untuk membantu konsumen mengubah uang besar menjadi pecahan kecil.
2.Anak kecil itu menemukan satak di saku celana kakaknya, dan ia langsung berpikir untuk mencari uang untuk membayar satak itu.
3.Petugas bank menggunakan satak untuk mencocokkan uang yang masuk dan keluar dari bank agar tidak ada kesalahan.
4.Di zaman dahulu, pedagang kecil menggunakan satak sebagai alat untuk mengubah uang besar menjadi kecil, sehingga mudah dijual.
5.Siswa harus membawa satak saat mengikuti pelajaran ekonomi untuk menghitung uang secara tepat.

📚 Artikel terkait kata "satak"

Mengenal Kata 'satak' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Satak" - Tali Pencocok Uang yang Menghubungkan Masa Lalu dan Sekarang

Kata "satak" mungkin tidak asing bagi sebagian orang, terutama di kalangan yang masih ingat dengan kebiasaan lama menggunakannya. Dalam bahasa Indonesia, kata ini memiliki dua makna: tali pencocok uang dan dua ratus picis. Makna pertama terkait dengan cara menghitung uang yang masih sering digunakan di beberapa tempat, sementara makna kedua lebih terkait dengan konsep nilai uang. Historisnya, satak digunakan sebagai tanda pengukur nilai uang, terutama dalam transaksi sehari-hari. Di masa lalu, satak digunakan sebagai alat untuk mengukur nilai uang yang diberikan atau diterima. Hal ini dapat dilihat dalam beberapa kalimat yang menggunakan kata satak, seperti "Dia memberikan satak uang kepada saya" atau "Saya hanya memiliki satak uang untuk membayar." Kata satak juga sering digunakan dalam konteks lain, seperti dalam peribahasa atau ungkapan. Misalnya, "Tidak ada satak uang yang bisa menghancurkan hati" menggambarkan betapa kuatnya perasaan seseorang terhadap sesuatu. Selain itu, "Saya tidak memiliki satak uang untuk membeli itu" menunjukkan bahwa seseorang tidak memiliki cukup uang untuk membeli sesuatu. Dalam kehidupan sehari-hari, kata satak masih relevan dalam beberapa aspek. Misalnya, dalam perniagaan atau bisnis, satak masih digunakan sebagai tanda pengukur nilai uang yang diberikan atau diterima. Selain itu, kata satak juga digunakan dalam konteks keuangan, seperti dalam perhitungan uang yang diberikan atau diterima. Dalam budaya Indonesia modern, kata satak masih memiliki makna yang unik dan khas. Misalnya, dalam beberapa kalimat yang menggunakan kata satak, seperti "Saya tidak memiliki satak uang untuk membayar utang" atau "Dia memberikan satak uang kepada saya sebagai hadiah." Jadi, kata satak masih relevan dalam beberapa aspek kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern.