Arti Kata "saptadarma" Menurut KBBI
Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "saptadarma" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
saptadarma
sap·ta·dar·ma n kewajiban yg tujuh (tujuh kewajiban)
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "saptadarma"
📝 Contoh Penggunaan kata "saptadarma" dalam Kalimat
📚 Artikel terkait kata "saptadarma"
Mengenal Kata 'saptadarma' - Inspirasi dan Motivasi
Mengenal Kata "Saptadarma" - Inspirasi dan Motivasi
Kata "saptadarma" memiliki makna yang sangat dalam dalam bahasa Indonesia. Dalam konteks historis, saptadarma merujuk pada saptadarma atau tujuh kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap individu. Ini meliputi kewajiban-kewajiban seperti menjaga kejujuran, berbakti kepada orang tua, dan menjaga kesucian diri.
Di dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar istilah saptadarma di kalangan masyarakat Hindu. Mereka percaya bahwa saptadarma sangat penting dalam menentukan keberhasilan seseorang dalam hidupnya. Berikut beberapa contoh penggunaan kata saptadarma dalam kalimat yang alami:
Contoh 1: "Dalam agama Hindu, saptadarma dianggap sebagai pedoman hidup yang harus dipatuhi oleh setiap umat."
Contoh 2: "Saptadarma adalah kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap individu untuk mencapai kebahagiaan dan kesuksesan dalam hidup."
Contoh 3: "Dalam kehidupan sehari-hari, kita harus selalu ingat saptadarma dan berusaha untuk memenuhinya dalam setiap langkah yang kita ambil."
Saptadarma juga memiliki relevansi yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern. Dalam era globalisasi ini, kita seringkali menjadi lupa dengan nilai-nilai lama yang telah ditinggalkan oleh nenek moyang kita. Saptadarma dapat menjadi inspirasi bagi kita untuk kembali ke nilai-nilai tersebut dan hidup lebih bermartabat.