Arti Kata "sanggama" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "sanggama" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

sanggama

sang·ga·ma v, ber·sang·ga·ma v melakukan hubungan kelamin; bersetubuh: - di luar nikah dilarang oleh agama

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "sanggama"

📝 Contoh Penggunaan kata "sanggama" dalam Kalimat

1.Pernikahan mereka terjadi di luar nikah dan dianggap haram oleh agama, sehingga mereka harus menghadapi konsekuensi.
2.Pada abad ke-19, peraturan yang ketat tentang persetubuhan di luar pernikahan mulai diterapkan di negara tersebut.
3.Mereka berdua melakukan hubungan kelamin di tempat tidur yang gelap, sehingga tidak terdeteksi oleh orang lain.
4.Masyarakat setempat sangat konservatif dan melarang perempuan melangsungkan persetubuhan di luar pernikahan.
5.Pada masa itu, perempuan yang melakukan persetubuhan di luar nikah dianggap sebagai pelanggaran moral yang sangat serius.

📚 Artikel terkait kata "sanggama"

Mengenal Kata 'sanggama' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Sanggama" - Konsep Hubungan Kelamin dalam Agama

Kata "sanggama" memiliki makna yang spesifik dalam bahasa Indonesia, yaitu melakukan hubungan kelamin atau bersetubuh. Dalam konteks historis, kata ini memiliki konotasi yang terkait dengan agama dan etika sosial. Dalam beberapa agama, melakukan hubungan kelamin di luar nikah dilarang dan dianggap sebagai pelanggaran moral. Sanggama dalam konteks agama biasanya diartikan sebagai hubungan kelamin yang tidak sah atau tidak diperbolehkan. Oleh karena itu, penggunaan kata ini haruslah dilakukan dengan hati-hati dan memahami konteksnya. Dalam kehidupan sehari-hari, kata ini jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari, tetapi dalam konteks agama dan etika, kata ini sangat penting untuk dipahami. Berikut beberapa contoh penggunaan kata "sanggama" dalam kalimat yang alami: - "Hubungan kelamin di luar nikah dianggap sebagai sanggama yang tidak diperbolehkan." - "Dalam agama, sanggama di luar nikah dilarang dan dianggap sebagai pelanggaran moral." - "Penggunaan kata sanggama dalam konteks agama haruslah dilakukan dengan hati-hati dan memahami konteksnya." Dalam budaya Indonesia modern, kata "sanggama" masih memiliki relevansi dalam diskusi tentang etika dan moralitas. Banyak orang yang masih memahami makna kata ini sebagai hubungan kelamin yang tidak sah atau tidak diperbolehkan. Oleh karena itu, penting untuk memahami konteks dan makna kata "sanggama" dalam konteks agama dan etika.