Arti Kata "sakit dada" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "sakit dada" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

sakit dada

sakit paru-paru

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "sakit dada"

📝 Contoh Penggunaan kata "sakit dada" dalam Kalimat

1.Dia menderita sakit dada akibat asma yang parah dan harus menjalani pembedahan.
2.Bapaknya sering mengalami sakit dada saat berolahraga dan harus beristirahat beberapa hari.
3.Dalam novel tersebut, tokoh utama menderita sakit dada yang disebabkan oleh stres berlebihan.
4.Siswa di sekolah tersebut harus melaporkan diri ke dokter jika mengalami gejala sakit dada.
5.Dia merasa khawatir melihat ayahnya yang menderita sakit dada dan harus menjalani perawatan intensif.

📚 Artikel terkait kata "sakit dada"

Mengenal Kata 'sakit dada' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Sakit Dada" - Inspirasi dan Motivasi

Dalam bahasa Indonesia, sakit dada memiliki makna resmi sebagai "sakit paru-paru". Kata ini telah menjadi bagian dari perbendaharaan kata Indonesia sejak zaman kolonial, ketika istilah ini digunakan untuk menggambarkan gejala yang umum terjadi pada paru-paru. Dalam konteks sejarah, sakit dada seringkali dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat pada abad ke-19, ketika penyakit paru-paru menjadi masalah kesehatan yang umum. Penggunaan kata sakit dada dalam kalimat alami dapat dilihat dalam beberapa contoh berikut: "Dia merasa sakit dada setelah berlari terlalu cepat"; "Dia pergi ke dokter karena merasa sakit dada yang parah"; "Dia harus istirahat beberapa hari karena merasa sakit dada akibat virus pernapasan". Dalam kehidupan sehari-hari, kata sakit dada masih digunakan dalam berbagai konteks, mulai dari kehidupan sehari-hari hingga budaya Indonesia modern. Dalam budaya Jawa, misalnya, kata sakit dada seringkali dihubungkan dengan konsep "sakit hati", yaitu perasaan sedih dan kecewa yang umum terjadi pada seseorang. Dalam konteks ini, sakit dada digunakan untuk menggambarkan perasaan yang tidak nyaman dan tidak bisa disembuhkan dengan mudah.