Arti Kata "sabung akan induk ayam (-akan itik)" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "sabung akan induk ayam (-akan itik)" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

sabung akan induk ayam (-akan itik)

Peribahasa sangat kecewa (tidak sesuai dengan dugaan semula)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "sabung akan induk ayam (-akan itik)"

📝 Contoh Penggunaan kata "sabung akan induk ayam (-akan itik)" dalam Kalimat

1.Gadis itu ternyata sangat kecewa karena pacarnya tidak datang ke sekolah hari itu.
2.Kepada anaknya, ibu mengatakan bahwa sabung akan induk ayam, dia harus belajar dengan baik.
3.Dalam kisahnya, sang penulis membandingkan kekecewaan protagonis dengan sabung akan induk ayam.
4.Sebagai guru, beliau mengingatkan siswa bahwa sabung akan induk ayam akan terjadi jika mereka tidak belajar dengan sungguh-sungguh.
5.Pada akhirnya, dia menyadari bahwa sabung akan induk ayam karena impian masa kecilnya tidak terlaksana.

📚 Artikel terkait kata "sabung akan induk ayam (-akan itik)"

Mengenal Kata 'sabung akan induk ayam (-akan itik)' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Sabung Akan Induk Ayam (-akan Itik)" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "sabung akan induk ayam (-akan itik)" adalah sebuah peribahasa yang sangat kecewa dan tidak sesuai dengan dugaan semula. Istilah ini berasal dari tradisi sabung ayam yang populer di Indonesia, di mana seekor ayam betina dibiarkan bersama ayam jantan untuk melihat siapa yang akan menang dalam pertarungan. Jika ayam jantan menang, maka ayam betina akan menjadi induk ayam. Namun, jika ayam betina menang, maka ayam jantannya akan menjadi korban. Peribahasa "sabung akan induk ayam (-akan itik)" sering digunakan untuk menggambarkan situasi di mana harapan atau dugaan semula tidak tercapai. Misalnya, "Saya merasa sabung akan menjadi juara, tapi ternyata saya kalah dari pesaing saya." Atau, "Saya pikir saya akan mendapat pekerjaan itu, tapi ternyata tidak ada yang tersedia." Kata ini juga dapat digunakan dalam konteks yang lebih luas, seperti "Saya merasa sabung akan berhasil dalam bisnis ini, tapi ternyata kehilangan modal." Atau, "Saya pikir saya akan menemukan pasangan yang tepat, tapi ternyata tidak ada yang sesuai dengan harapan saya." Dalam kehidupan sehari-hari, kata "sabung akan induk ayam (-akan itik)" dapat menjadi inspirasi bagi kita untuk tidak terjebak dalam harapan yang tidak sesuai. Dengan mengerti makna belakang peribahasa ini, kita dapat lebih bijak dalam menghadapi situasi yang tidak terduga dan lebih siap untuk menghadapi kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan.