Arti Kata "rimah" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "rimah" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

rimah

ri·mah ? remah

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "rimah"

📝 Contoh Penggunaan kata "rimah" dalam Kalimat

1.Riwayat kuliner tradisional Indonesia menunjukkan penggunaan remah-remah sebagai pelengkap hidangan.
2.Pada masa lalu, remah-remah digunakan sebagai alat tukar nilai dalam perdagangan.
3.Remah-remah roti yang digunakan dalam hidangan khas Belanda di Indonesia masih terasa enak.
4.Dalam proses pembuatan kerajinan tradisional, remah-remah digunakan sebagai bahan baku.
5.Kuliner Indonesia yang terkenal dengan remah-remahnya adalah siomay dan bakpia.

📚 Artikel terkait kata "rimah"

Mengenal Kata 'rimah' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Rimah" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "rimah" memiliki makna yang sangat luas dalam bahasa Indonesia. Dalam arti resmi, kata ini dapat diartikan sebagai 'remah' atau 'pecahan-pecahan' dari sesuatu yang lebih besar. Namun, dalam konteks historis dan sosial, kata "rimah" juga dapat dihubungkan dengan konsep 'sisa' atau 'bekas' dari suatu kegiatan atau proses. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menggunakan kata "rimah" untuk menjelaskan sesuatu yang telah rusak atau hancur. Misalnya, "Rumah tersebut telah hancur menjadi rimah" atau "Sisa-sisa makanan tersebut hanya sekadar rimah yang tak berguna". Dalam kalimat-kalimat tersebut, kata "rimah" digunakan untuk menjelaskan kondisi suatu benda yang telah mengalami kerusakan atau hancur. Kata "rimah" juga memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks budaya Indonesia modern. Dalam beberapa tradisi, kata "rimah" digunakan untuk menjelaskan sisa-sisa kegiatan ritual atau upacara. Misalnya, "Rimah dari upacara pernikahan tersebut kemudian dibuang ke laut" atau "Sisa-sisa makanan di rumah adat tersebut disimpan sebagai rimah untuk dijadikan bahan lain". Dalam kalimat-kalimat tersebut, kata "rimah" digunakan untuk menjelaskan sisa-sisa kegiatan yang telah berakhir. Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga dapat menggunakan kata "rimah" untuk menjelaskan sesuatu yang telah menjadi tidak berguna atau tidak bernilai. Misalnya, "Rumah tua tersebut telah menjadi rimah dan perlu dibongkar" atau "Sisa-sisa bahan baku yang telah rusak hanya sekadar rimah yang tak berguna". Dalam kalimat-kalimat tersebut, kata "rimah" digunakan untuk menjelaskan kondisi suatu benda yang telah menjadi tidak berguna atau tidak bernilai. Dalam kesimpulan, kata "rimah" memiliki makna yang sangat luas dalam bahasa Indonesia. Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat menggunakan kata "rimah" untuk menjelaskan sesuatu yang telah rusak atau hancur, sisa-sisa kegiatan, atau sesuatu yang telah menjadi tidak berguna atau tidak bernilai.