Arti Kata "reaksioner" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "reaksioner" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

reaksioner

re·ak·si·o·ner /réaksionér/ a bersifat menentang kemajuan atau pembaruan; bersifat berlawanan dng tindakan revolusioner; bersifat berlawanan dng kebijakan pemerintah yg sah

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "reaksioner"

📝 Contoh Penggunaan kata "reaksioner" dalam Kalimat

1.Pemimpin partai oposisi dipandang sebagai reaksioner oleh pendukung partai pemerintah.
2.Masyarakat di daerah pedesaan sering kali dianggap reaksioner karena tidak terbuka terhadap kemajuan teknologi.
3.Pengarang novel tersebut digambarkan sebagai seorang reaksioner yang menentang kebebasan berekspresi.
4.Dalam konteks pendidikan, guru yang menolak menerima perubahan kurikulum bisa dianggap sebagai reaksioner.
5.Pernyataan seorang aktivis bahwa pemerintah adalah reaksioner telah menimbulkan kontroversi di media sosial.

📚 Artikel terkait kata "reaksioner"

Mengenal Kata 'reaksioner' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Reaksioner" - Inspirasi dan Motivasi

Dalam bahasa Indonesia, kata "reaksioner" memiliki makna yang cukup kompleks dan terkait erat dengan konteks historis dan sosial. Secara umum, reaksioner merujuk pada seseorang atau kelompok yang bersifat menentang kemajuan atau pembaruan, lebih suka mempertahankan status quo dan kebijakan pemerintah yang sudah ada. Dalam sejarahnya, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan gerakan yang melawan perubahan sosial dan politik. Berikut beberapa contoh penggunaan kata reaksioner dalam kalimat yang alami: * Politikus yang mengusulkan pembatalan reformasi pendidikan dianggap sebagai reaksioner karena dianggap melawan kemajuan pendidikan di negara ini. * Gerakan yang menolak menerima perubahan hukum pernikahan antar jenis dianggap sebagai reaksioner karena dianggap berlawanan dengan kemajuan hak-hak LGBTQ+. * Partai politik yang menolak menerima kebijakan pemerintah tentang lingkungan hidup dianggap sebagai reaksioner karena dianggap melawan kebijakan yang lebih ramah lingkungan. Dalam kehidupan sehari-hari, kata reaksioner memiliki relevansi yang cukup penting, terutama dalam konteks diskusi politik dan sosial. Dalam budaya Indonesia modern, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan opini publik yang menentang perubahan atau kemajuan. Namun, perlu diingat bahwa kata reaksioner juga dapat memiliki konotasi negatif, sehingga perlu digunakan dengan hati-hati dan bijak dalam konteks tertentu.