Arti Kata "pudar" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "pudar" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

pudar

pu·dar a 1 suram (tidak bercahaya, tidak berseri-seri); 2 pucat (tt warna); kurang terang atau kabur (tt gambar, potret, dsb); sayu, tidak berseri-seri (tt mata); 3 tidak bersemangat lagi; agak kendur atau tidak keras lagi (tt ajaran agama dsb); kurang manjur (tt kesakitan dsb); 4 buyar (inspirasi, ilham, dsb); 5 ki tidak berkuasa lagi; tidak berpengaruh lagi;
me·mu·dar v menjadi pudar; menjadi suram: warna baju ini telah ~ krn sering dicuci dan dijemur di terik matahari;
me·mu·dar·kan v 1 menjadikan pudar; 2 menjadikan kacau (buyar); membuyarkan: kedatangannya ~ ilham yg baru datang padanya;
pe·mu·dar·an n proses, cara, perbuatan memudarkan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "pudar"

📝 Contoh Penggunaan kata "pudar" dalam Kalimat

1.Pagi ini mataku terasa pudar karena kurang tidur semalaman.
2.Warna cat dinding sudah pudar karena sering digunakan untuk mencuci piring.
3.Ilham yang pernah memotivasi saya sekarang sudah pudar karena kehilangan tujuan hidup.
4.Pemuda itu mulai pudar semangatnya setelah gagal dalam ujian.
5.Pengaruh ayah yang pernah sangat besar di mata saya sekarang sudah pudar.

📚 Artikel terkait kata "pudar"

Mengenal Kata 'pudar' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "pudar" - Inspirasi dan Motivasi

Kata **pudar** dalam bahasa Indonesia memiliki makna yang luas dan kompleks. Secara harfiah, kata ini berarti menjadi suram, pucat, atau kurang terang. Namun, dalam konteks sosial dan budaya, **pudar** lebih sering digunakan untuk menggambarkan keadaan seseorang yang tidak bersemangat lagi, agak kendur, atau tidak berpengaruh lagi. Dalam sejarah, kata **pudar** telah digunakan dalam berbagai konteks, seperti dalam agama dan filsafat. Misalnya, dalam agama Hindu, **pudar** digunakan untuk menggambarkan keadaan jiwa yang telah kehilangan semangat dan kekuatan. Namun, dalam konteks modern, kata **pudar** lebih sering digunakan dalam konteks sosial dan budaya, seperti dalam menggambarkan keadaan seseorang yang telah kehilangan motivasi dan semangat. Berikut beberapa contoh penggunaan kata **pudar** dalam kalimat yang alami: * "Warna baju ini telah **pudar** karena sering dicuci dan dijemur di terik matahari." * "Kedatangannya membuat inspirasi baru itu **pudar**." * "Dia telah **pudar** karena kehilangan semangat dan motivasi." Dalam kehidupan sehari-hari, kata **pudar** memiliki relevansi yang signifikan. Ketika kita merasa **pudar**, kita perlu mencari inspirasi dan motivasi baru untuk kembali bersemangat dan berpengaruh. Dalam budaya Indonesia modern, kata **pudar** juga digunakan dalam konteks sosial dan budaya untuk menggambarkan keadaan seseorang yang telah kehilangan semangat dan motivasi. Dalam beberapa kasus, **pudar** juga dapat digunakan dalam konteks ekonomi dan bisnis. Misalnya, ketika sebuah perusahaan telah kehilangan semangat dan motivasi, maka perusahaan tersebut dapat dikatakan telah **pudar**. Dalam hal ini, perusahaan perlu mencari cara untuk kembali bersemangat dan berpengaruh dalam industri tersebut. Dengan demikian, kata **pudar** memiliki makna yang luas dan kompleks dalam bahasa Indonesia. Dalam konteks sosial dan budaya, kata ini digunakan untuk menggambarkan keadaan seseorang yang tidak bersemangat lagi, agak kendur, atau tidak berpengaruh lagi.