Arti Kata "psitakosis" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "psitakosis" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

psitakosis

psi·ta·ko·sis n Dok penyakit infeksi oleh virus, pd burung kakaktua dapat menular kpd manusia, dng gejala nyeri kepala, demam, mual, sembelit, dsb

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "psitakosis"

📝 Contoh Penggunaan kata "psitakosis" dalam Kalimat

1.Guru membahas penyakit psitakosis yang menular dari burung kakaktua pada pertemuan kesehatan.
2.Pada beberapa kasus, penyakit psitakosis menyebabkan gejala mual dan demam yang parah.
3.Dokter menemukan bahwa virus penyebab psitakosis hanya dapat diobati dengan antiviral.
4.Penelitian terbaru menunjukkan bahwa psitakosis dapat menular melalui kontak langsung dengan feses burung kakaktua.
5.Pengunjung ke hutan harus berhati-hati terhadap risiko psitakosis yang menular dari burung kakaktua.

📚 Artikel terkait kata "psitakosis"

Mengenal Kata 'psitakosis' - Inspirasi dan Motivasi

#

Mengenal Kata "psitakosis" - Penyakit Menular dari Burung

Kata psitakosis mungkin masih asing bagi sebagian orang, tetapi pada kenyataannya, penyakit ini telah lama dikenal oleh masyarakat ilmiah. Dok penyakit ini merupakan infeksi virus yang dapat menular dari burung kakaktua ke manusia. Penyakit ini telah menjadi perhatian besar di kalangan ahli kesehatan karena gejala-gejala yang ditimbulkannya dapat menyebabkan gangguan serius.

Secara umum, psitakosis dianggap sebagai penyakit yang jarang terjadi, tetapi risiko penularannya meningkat jika individu yang terinfeksi berinteraksi dengan burung kakaktua secara langsung. Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami cara mencegah penularan penyakit ini. Beberapa gejala yang dapat muncul akibat psitakosis antara lain nyeri kepala, demam, mual, sembelit, dan lain-lain.

Di Indonesia, psitakosis masih merupakan topik yang jarang dibicarakan, tetapi penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan risiko penularan penyakit ini. Oleh karena itu, penting untuk memahami cara mencegah penularan penyakit ini dan mencari sumber informasi yang akurat tentang psitakosis. Dengan demikian, kita dapat menjaga kesehatan dan menghindari risiko penularan penyakit ini.