Arti Kata "proteksionisme" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "proteksionisme" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

proteksionisme

pro·tek·si·o·nis·me /protéksionisme/ n paham bahwa ekonomi dl negeri harus dilindungi pemerintah dr persaingan luar negeri

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "proteksionisme"

📝 Contoh Penggunaan kata "proteksionisme" dalam Kalimat

1.Pemerintah mengumumkan kebijakan proteksionisme untuk melindungi industri nasional dari kompetisi global.
2.Ekonomi internasional sering kali dipengaruhi oleh praktik proteksionisme yang dapat membatasi perdagangan bebas.
3.Kebijakan proteksionisme dapat memunculkan efek sampingan seperti peningkatan harga dan penurunan kualitas produk.
4.Dalam konteks sejarah, proteksionisme dianggap sebagai salah satu alasan terjadinya Perang Dunia I.
5.Mahasiswa harus memahami konsep proteksionisme dan dampaknya terhadap perekonomian global dalam mata kuliah ekonomi internasional.

📚 Artikel terkait kata "proteksionisme"

Mengenal Kata 'proteksionisme' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Proteksionisme" - Habisnya Ekonomi Lokal?

Proteksionisme adalah paham ekonomi yang menekankan pentingnya melindungi ekonomi suatu negara dari persaingan luar negeri. Dalam konteks sejarah, proteksionisme digunakan oleh beberapa negara Eropa pada abad ke-19 untuk melindungi industri nasional mereka dari produk impor. Praktik ini berlanjut hingga saat ini, dengan beberapa negara masih menggunakan proteksionisme sebagai strategi ekonomi.

Contoh Penggunaan Kata Proteksionisme dalam Kalimat

Pemerintah mengumumkan kebijakan proteksionisme baru untuk melindungi industri tekstil nasional. Dengan kebijakan ini, harga produk tekstil impor dikenakan tarif yang tinggi untuk mencegah masuknya produk asing. Beberapa analis ekonomi mengkritik kebijakan proteksionisme ini karena dapat meningkatkan harga produk tekstil di pasar lokal.

Relevansi Proteksionisme dalam Kehidupan Sehari-Hari

Proteksionisme masih relevan dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia. Banyak industri nasional yang menggunakan proteksionisme sebagai strategi untuk bertahan dalam persaingan global. Misalnya, industri makanan nasional seperti kopi dan teh menggunakan proteksionisme untuk melindungi produksi mereka dari produk impor. Dengan demikian, kebijakan proteksionisme dapat membantu meningkatkan pendapatan negara dan melindungi industri nasional dari ancaman persaingan luar negeri.