Arti Kata "prangko" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "prangko" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

prangko

prang·ko n 1 tanda pembayaran biaya pos (biasanya berupa kertas persegi bergambar); 2 ongkos kirimnya telah dibayar oleh pengirim (tt barang dagangan yg dikirimkan): harga Rp20.000,00 sekuintal -- stasiun Malang, harga Rp20.000,00 sekuintal sudah terbayar ongkos kirimnya sampai ke stasiun Malang (pembeli tidak usah membayar ongkos kirim lagi);
-- amal prangko yg harga pembeliannya untuk amal (derma dsb)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "prangko"

📝 Contoh Penggunaan kata "prangko" dalam Kalimat

1.Di pasar tradisional, penjual menjual stempel prangko sebagai oleh-oleh untuk wisatawan.
2.Penyiaran media sosial tentang koleksi prangko langka yang sangat berharga.
3.Kartu pos yang ditandai dengan prangko menunjukkan bahwa biaya pengiriman sudah terbayar.
4.Pengusaha memiliki kegiatan amal prangko untuk membantu anak-anak miskin di daerah terpencil.
5.Pada pameran filateli, katalog prangko menampilkan gambar dan harga spesifik setiap jenis prangko.

📚 Artikel terkait kata "prangko"

Mengenal Kata 'prangko' - Inspirasi dan Motivasi

Prangko: Tanda Pembayaran Biaya Pos yang Menarik

Prangko adalah kata yang sangat umum digunakan dalam komunikasi sehari-hari, terutama dalam konteks pembayaran biaya pos. Namun, sebelum menjadi prangko yang kita kenal sekarang, kata ini memiliki makna yang lebih luas dan kompleks dalam konteks historis dan sosial. Prangko asli berasal dari bahasa Belanda, yaitu "stempel," yang kemudian diadaptasi menjadi "prangko" dalam bahasa Indonesia.

Sejarah dan Makna Prangko

Prangko pertama kali diperkenalkan di Inggris pada tahun 1840-an sebagai tanda pembayaran biaya pos. Kemudian, prangko digunakan secara luas di seluruh dunia, termasuk di Indonesia yang masih merupakan koloni Belanda saat itu. Prangko menjadi salah satu cara untuk menunjukkan bahwa biaya pos sudah dibayar oleh pengirim, sehingga pembeli tidak perlu membayar lagi.

Contoh Penggunaan Prangko dalam Kalimat

Berikut beberapa contoh penggunaan kata prangko dalam kalimat yang alami: * "Saya sudah membeli prangko seharga Rp10.000,00 untuk mengirim paket ke Jakarta." * "Harga prangko untuk pengiriman barang dagangan ke luar negeri sangat mahal." * "Saya tidak perlu membayar lagi ongkos kirim karena prangko sudah dibayar oleh pengirim."

Relevansi Prangko dalam Kehidupan Sehari-Hari

Prangko memiliki relevansi yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks bisnis dan perdagangan. Prangko digunakan sebagai tanda pembayaran biaya pos, sehingga memudahkan proses pengiriman barang dari satu tempat ke tempat lain. Selain itu, prangko juga digunakan sebagai amal, yaitu untuk kepentingan sosial dan kemanusiaan. Dengan demikian, prangko tidak hanya sebagai tanda pembayaran biaya pos, tetapi juga sebagai simbol kemurahan hati dan kepedulian sosial.