Arti Kata "gatra" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "gatra" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

gatra

1gat·ra n Ling lingkungan tertentu dl kalimat yg dapat ditempati oleh suatu unsur bahasa;
-- pangkal subjek kalimat; -- sebutan predikat kalimat;
meng·gat·ra v menjadikan gatra

2gat·ra n 1 wujud; 2 sudut pandangan; aspek

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "gatra"

📝 Contoh Penggunaan kata "gatra" dalam Kalimat

1.gatra subjek kalimat ini sangat penting untuk menentukan makna kalimat.
2.Pada pertemuan hari ini, kita akan membahas gatra predikat kalimat yang menentukan tindakan.
3.Dalam proses pembelajaran, siswa harus memahami gatra subjek dan predikat untuk menulis kalimat yang tepat.
4.Penggunaan kata gatra dalam bahasa Indonesia sangat luas dan tidak hanya digunakan dalam kalimat formal.
5.Dalam seni sastra, penggunaan gatra predikat dapat menambahkan makna dan emosi pada kalimat.

📚 Artikel terkait kata "gatra"

Mengenal Kata 'gatra' - Inspirasi dan Motivasi

Definisi dan Fungsi Gatra dalam Bahasa Indonesia

Gatra adalah salah satu konsep penting dalam teori bahasa Indonesia. Secara resmi, gatra berarti lingkungan tertentu dalam kalimat yang dapat ditempati oleh suatu unsur bahasa. Dalam konteks historis, konsep gatra dikembangkan oleh para ahli bahasa Indonesia yang ingin memahami struktur kalimat dan unsur-unsurnya. Dalam prakteknya, gatra dapat berupa pangkal subjek kalimat, sebutan predikat kalimat, atau bahkan keduanya. Misalnya, dalam kalimat "Buah apel yang segar ini sangat enak", "Buah apel" dapat dipandang sebagai gatra pangkal subjek, sementara "segar ini sangat enak" dapat dianggap sebagai gatra predikat. Dengan demikian, gatra berperan sebagai tempat atau posisi yang diisi oleh suatu unsur bahasa dalam kalimat. Gatra juga dapat berubah-ubah tergantung pada konteks kalimat. Contohnya, dalam kalimat "Saya akan pergi ke pasar", "Saya" dapat dipandang sebagai gatra pangkal subjek, tetapi dalam kalimat "Pasar yang sibuk itu", "Pasar" dapat dianggap sebagai gatra predikat. Dengan demikian, gatra tidaklah statis, melainkan dapat berubah-ubah tergantung pada konteks kalimat. Dalam kehidupan sehari-hari, kita seringkali menggunakan gatra tanpa sadar. Misalnya, ketika kita berbicara tentang resep masakan, kita sering mengatakan "resep ini menggunakan bahan-bahan seperti...". Dalam kalimat tersebut, "resepi ini" dapat dianggap sebagai gatra pangkal subjek, sementara "menggunakan bahan-bahan seperti..." dapat dianggap sebagai gatra predikat. Dengan demikian, gatra berperan penting dalam komunikasi kita sehari-hari. Dalam budaya Indonesia modern, gatra juga memiliki implikasi yang luas. Misalnya, dalam konteks media sosial, kita sering menggunakan gatra untuk mengekspresikan diri kita. Dalam blog atau artikel, kita sering menggunakan gatra untuk mengatur struktur kalimat dan membuat konten yang lebih menarik. Dengan demikian, gatra tidaklah hanya sekedar konsep teori bahasa, melainkan juga memiliki implikasi dalam kehidupan sehari-hari dan budaya modern.