Arti Kata "plastometer" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "plastometer" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

plastometer

plas·to·me·ter /plastométer/ n 1 alat untuk mengukur kekerasan karet dng menentukan dalamnya tusukan suatu jasad keras; 2 rekaan untuk mengukur keplastisan bahan dng menentukan waktu alirannya melalui pertambahan berturut-turut jarak pipa rambut

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "plastometer"

📝 Contoh Penggunaan kata "plastometer" dalam Kalimat

1.Dalam laboratorium, peneliti menggunakan plastometer untuk mengukur kekerasan karet yang digunakan dalam sepatu.
2.Pabrikan harus memenuhi standar yang ketat menggunakan plastometer untuk mengukur keplastisan bahan yang digunakan dalam produk mereka.
3.Mahasiswa mencoba menggunakan plastometer untuk mengukur kekerasan karet yang digunakan dalam proyek akhir mereka.
4.Kebun binatang menggunakan plastometer untuk mengukur kekerasan karet yang digunakan dalam jaringan mereka untuk melindungi hewan.
5.Dalam film ilmiah, penulis menggunakan kata plastometer untuk menggambarkan alat yang digunakan oleh ilmuwan untuk mengukur kekerasan karet.

📚 Artikel terkait kata "plastometer"

Mengenal Kata 'plastometer' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Plastometer" - Alat Unggul dalam Mengukur Kekerasan dan Keplastisan

Kata "plastometer" mungkin masih asing bagi sebagian orang, terutama bagi mereka yang tidak berkecimpung dalam bidang ilmu pengetahuan atau teknologi. Namun, plastometer memang memiliki sejarah panjang dan telah berperan penting dalam berbagai bidang, seperti ilmu bahan dan teknik. Plastometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur kekerasan dan keplastisan suatu bahan. Dalam konteks ilmu bahan, plastometer digunakan untuk menentukan kekerasan suatu bahan dengan cara menentukan kedalaman tusukan suatu jasad keras. Sementara itu, dalam bidang teknik, plastometer digunakan untuk mengukur keplastisan suatu bahan dengan cara menentukan waktu alirannya melalui pertambahan berturut-turut jarak pipa rambut. Berikut beberapa contoh penggunaan kata plastometer dalam kalimat yang alami: * "Dalam melakukan tes kekerasan pada karet, kami menggunakan plastometer untuk menentukan kedalaman tusukan suatu jasad keras." * "Kami menggunakan plastometer untuk mengukur keplastisan suatu bahan yang digunakan dalam pembuatan pipa rambut." * "Plastometer adalah alat yang sangat penting dalam ilmu bahan, karena dapat membantu kita mengetahui kekerasan dan keplastisan suatu bahan." Plastometer memiliki relevansi yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam bidang industri. Dalam industri manufaktur, plastometer digunakan untuk mengukur keplastisan suatu bahan yang digunakan dalam pembuatan produk-produk yang memerlukan keplastisan yang tinggi, seperti pipa rambut dan selang. Selain itu, plastometer juga digunakan dalam bidang rekayasa dan desain, untuk menentukan kekerasan dan keplastisan suatu bahan yang digunakan dalam pembuatan produk-produk yang memerlukan kekerasan dan keplastisan yang spesifik. Dalam budaya Indonesia modern, plastometer memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas produk-produk yang dibuat di Indonesia. Dengan menggunakan plastometer, perusahaan-perusahaan di Indonesia dapat meningkatkan kualitas produk-produk mereka dan meningkatkan efisiensi produksi. Selain itu, plastometer juga dapat membantu meningkatkan keamanan dan kehandalan produk-produk yang dibuat di Indonesia. Dalam kesimpulan, plastometer adalah alat yang sangat penting dalam ilmu bahan dan teknik, karena dapat membantu kita mengetahui kekerasan dan keplastisan suatu bahan. Dengan menggunakan plastometer, kita dapat meningkatkan kualitas produk-produk yang dibuat di Indonesia dan meningkatkan efisiensi produksi.