Arti Kata "piutang" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "piutang" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

piutang

pi·u·tang n 1 uang yg dipinjamkan (yg dapat ditagih dr seseorang); utang-piutang, uang yg dipinjam dr orang lain dan yg dipinjamkan kpd orang lain; 2 tagihan uang perusahaan kpd para pelanggan yg diharapkan akan dilunasi dl waktu paling lama satu tahun sejak tanggal keluarnya tagihan;
ber·pi·u·tang v mempunyai piutang: siapa-siapa yg berutang dan ~ kpd almarhum, diminta datang kpd ahli warisnya;
me·mi·u·tangi v memberi pinjaman uang kpd: jika ia mau, saya dapat ~ nya;
me·mi·u·tang·kan v menjual barang dagangan dsb yg pembayarannya menjadi piutang (krn tidak dibayar tunai)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "piutang"

📝 Contoh Penggunaan kata "piutang" dalam Kalimat

1.Perusahaan telah menerima piutang dari beberapa pelanggannya dalam kurun waktu satu tahun terakhir.
2.Pihak bank meminta untuk membayar piutang yang telah jatuh tempo dari nasabahnya.
3.Sebagai praktik bisnis yang baik, kami selalu menjaga hubungan baik dengan pelanggan-pelanggan kami untuk memastikan piutang dapat dilunasi.
4.Pak Budi harus memenuhi piutangnya kepada Pak Harto secepatnya untuk menghindari masalah lebih lanjut.
5.Dalam kehidupan sehari-hari, piutang seringkali menjadi masalah besar bagi seseorang yang tidak dapat membayar utang yang telah dipinjamkan.

📚 Artikel terkait kata "piutang"

Mengenal Kata 'piutang' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Piutang" - Inspirasi dan Motivasi

Piutang adalah konsep ekonomi yang telah ada sejak zaman kuno, ketika orang-orang meminjamkan uang atau barang kepada orang lain dengan harapan akan dilunasi. Dalam konteks historis, piutang seringkali terkait dengan perdagangan dan bisnis, di mana pedagang meminjamkan uang kepada para pelanggan atau membeli barang dengan harapan akan menjualnya dengan untung. Dalam masyarakat modern, konsep piutang masih relevan, terutama dalam bisnis dan keuangan pribadi. Piutang dapat diartikan sebagai uang atau barang yang dipinjamkan kepada orang lain, yang kemudian harus dilunasi. Contoh penggunaan kata piutang dalam kalimat yang alami adalah: "Saya memiliki piutang sebesar Rp 100.000 dari teman saya, yang harus saya lunasi sebelum akhir bulan." Atau, "Kami memiliki piutang besar dari pelanggan kami, yang membuat kami harus berusaha keras untuk mengumpulkan dana." Dalam kehidupan sehari-hari, konsep piutang sangat relevan. Misalnya, ketika kita membeli barang dengan syarat pembayaran tunai, namun tidak membayar secara tunai, maka barang tersebut menjadi piutang. Atau, ketika kita meminjamkan uang kepada teman atau keluarga, maka uang tersebut menjadi piutang yang harus dilunasi. Dalam budaya Indonesia modern, konsep piutang sangat penting dalam menjaga hubungan sosial dan ekonomi, karena dapat membantu meningkatkan kepercayaan dan keterbukaan antara orang-orang. Dalam beberapa kasus, piutang juga dapat diartikan sebagai tagihan uang perusahaan kepada para pelanggan, yang diharapkan akan dilunasi dalam waktu tertentu. Contoh penggunaan kata piutang dalam kalimat yang alami adalah: "Perusahaan kami memiliki piutang yang besar dari pelanggan kami, yang harus kami lunasi sebelum akhir tahun." Atau, "Kami memiliki piutang yang tinggi dari tagihan perusahaan kami, yang membuat kami harus berusaha keras untuk mengumpulkan dana."