Arti Kata "picik" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "picik" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

picik

pi·cik a 1 tidak luas (tt pandangan, pengetahuan, pikiran, dsb): pandangannya sangat --; 2 hemat: dia -- memakai uangnya; 3 tidak lebar (luas); sempit: jurang itu -- lagi dalam;
me·mi·cik·kan v 1 menjadikan sempit (tt pandangan, pengetahuan, pikiran, dsb); 2 menjadikan hemat (tt uang dsb); 3 menjadikan sempit (tidak lebar atau luas);
ke·pi·cik·an n 1 kekurangan (tt pengetahuan dsb); 2 kekurangan (uang dsb): bagaimana saya dapat menolongmu, saya sendiri ~ belanja; 3 perihal tidak luas atau lebar;

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "picik"

📝 Contoh Penggunaan kata "picik" dalam Kalimat

1.Pandangannya sangat picik sehingga tidak dapat memahami kompleksitas konsep tersebut.
2.Dia memilih untuk berdandan sederhana dan hemat, tidak suka memakai perhiasan yang mewah.
3.Dengan menikmati keindahan alam, jiwa kita dapat melepaskan kepicikan dan menikmati kebebasan.
4.Pendidikan harus memperluas pengetahuan dan tidak membiarkan kepicikan dalam berpikir.
5.Dia meminta pinjaman uang karena kepicikan dalam mengelola keuangan pribadinya.

📚 Artikel terkait kata "picik"

Mengenal Kata 'picik' - Inspirasi dan Motivasi

Bahasa yang Sempit: Makna dan Manfaat Kata Picik

Kata picik memiliki makna yang luas dalam bahasa Indonesia, tetapi secara resmi, kata ini digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang tidak luas atau sempit, baik itu dalam konteks pandangan, pengetahuan, pikiran, atau hal lainnya. Kata picik juga memiliki konotasi positif, seperti hemat, dalam konteks penggunaan uang. Dalam arti yang lebih positif, kata picik dapat digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang tidak menyinggung atau tidak luas.

Penggunaan kata picik dalam bahasa Indonesia bisa dilihat pada contoh berikut: "Pandangannya sangat picik terhadap permasalahan sosial," atau "Dia memiliki kebiasaan picik dalam menghabiskan uangnya." Dalam kalimat kedua, kata picik digunakan untuk menggambarkan kebiasaan seseorang yang tidak banyak menghabiskan uang.

Picik juga sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari kita, terutama dalam konteks komunikasi dan interaksi sosial. Dalam budaya Indonesia modern, kata picik sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memiliki pemikiran atau pandangan yang terbatas. Dengan demikian, kata picik dapat digunakan untuk menggambarkan kekurangan atau ketidakmampuan seseorang dalam menangani suatu masalah. Dalam beberapa kasus, kata picik juga digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang tidak perlu atau tidak berarti.