Arti Kata "perintah" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "perintah" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

perintah

pe·rin·tah n 1 perkataan yg bermaksud menyuruh melakukan sesuatu; suruhan: atas -- sang Pangeran, beberapa pelayan datang; 2 aba-aba; komando: latihan gerak badan sebaiknya dilakukan dng --; 3 aturan dr pihak atas yg harus dilakukan: ia membacakan -- yg berkenaan dng pembasmian penyelundupan;
me·me·rin·tah v 1 memberi perintah; menyuruh melakukan sesuatu: tidak ada seorang pun berani ~ dia; 2 menguasai dan mengurus (negara, daerah, dsb): tidak salah jika dikatakan bahwa Gajah Mada yg ~ Majapahit pd masa itu;
me·me·rin·tahi v 1 memberi perintah kpd: kerjanya hanya ~ jongos-jongos; 2 membawahkan: lebih senang ~ orang pandai-pandai dp ~ orang bodoh; Raja Palembang yg bernama Demang Lebar Daun ~ daerah itu;
me·me·rin·tah·kan v 1 menyuruh orang lain melakukan sesuatu; menyuruh mengerjakan: Pangeran Diponegoro telah ~ penghentian tembak-menembak; 2 memerintah; mengelola: ia tidak dapat lagi ~ daerah perkebunan yg selalu diganggu gerombolan bersenjata;
ter·pe·rin·tah v diperintah; dikuasai: bangsa itu lama ~ oleh kekuasaan asing;
pe·me·rin·tah n 1 sistem menjalankan wewenang dan kekuasaan mengatur kehidupan sosial, ekonomi, dan politik suatu negara atau bagian-bagiannya; 2 sekelompok orang yg secara bersama-sama memikul tanggung jawab terbatas untuk menggunakan kekuasaan; 3 penguasa suatu negara (bagian negara): ~ negeri dimisalkan pengemudi negara; negara memerlukan ~ yg kuat dan bijaksana; 4 badan tertinggi yg memerintah suatu negara (spt kabinet merupakan suatu pemerintah): beberapa anggota DPR meminta supaya ~ segera menyerahkan rancangan undang-undang itu ke DPR; jawaban ~ dibacakan oleh Menteri Dalam Negeri; 5 negara atau negeri (sbg lawan partikelir atau swasta): baik sekolah ~ maupun sekolah partikelir harus dibangun tiga tingkat; 6 pengurus; pengelola: ~ perkebunan dan tambang;
~ bayang-bayang pemerintah yg disusun dan disiapkan untuk melakukan tugasnya jika diperlukan; ~ bayangan kelompok rahasia yg dituduh membuat kebijakan umum, kelompok ini tidak dapat dikritik oleh rakyat ataupun dibatalkan (ditarik kembali) oleh para pemilih; ~ berdaulat sekelompok orang yg bersama-sama memikul tanggung jawab terbatas untuk mempertahankan kesinambungan nasional yg otonom; ~ daerah penguasa yg memerintah di daerah, spt gubernur, bupati; ~ defacto pemerintah yg berkuasa atas rakyatnya dan diakui pula oleh rakyatnya; ~ desa pemerintah terendah langsung di bawah pimpinan kepala desa atau lurah yg menyelenggarakan urusan rumah tangga sendiri dan terdiri atas kepala desa dan lembaga musyawarah desa; ~ kesatuan sistem politik dl seluruh kekuasaan yg dipusatkan pd pemerintah nasional; ~ kolonial pemerintah yg dibangun di bawah inspirasi filsafat merkantilisme yg tercermin dl pemerintahan wilayah yg diduduki; ~ nasional bentuk pemerintahan suatu negara yg diatur oleh bangsa negara itu sendiri; ~ pusat penguasa yg bertugas di pusat, melingkungi seluruh pemerintah daerah; ~ sendiri pemerintah yg melibatkan partisipasi warga negara melalui sistem pemilihan dan perwakilan;
pe·me·rin·tah·an n 1 proses, cara, perbuatan memerintah: ~ yg berdasarkan demokrasi; gubernur memegang tampuk ~ di Daerah Tingkat I; 2 segala urusan yg dilakukan oleh negara dl menyelenggarakan kesejahteraan masyarakat dan kepentingan negara;
~ daerah pemerintahan yg mewakili pemerintah pusat di daerah dl wilayah suatu negara; ~ kembar dua pemerintahan bersama-sama menguasai suatu daerah; ~ negara segala bentuk mekanisme, daya upaya, dan proses lembaga negara dl menentukan, merumuskan, mengatur, dan mengusahakan tercapainya tujuan negara; ~ oligarki sistem pemerintahan yg ketiga kekuasaan pemerintahan negara berada di tangan beberapa orang atau golongan; ~ otokrasi sistem pemerintahan negara yg ketiga kekuasaan pemerintahan berada dl satu tangan, msl pd kerajaan absolut; ~ otoriter pemerintahan yg didasarkan kekuasaan mutlak; ~ presidentil pemerintahan republik yg kepala negaranya langsung memimpin kabinet; ~ sementara pemerintahan setelah jatuhnya suatu kabinet sampai terbentuknya kabinet baru; ~ sentral pemerintah pusat (terdapat di ibu kota negara yg tidak selalu terletak di tengah-tengah wilayah negara dsb); ~ sipil pemerintahan yg dipegang oleh orang-orang sipil (bukan pemerintahan militer);
ber·pe·me·rin·tah·an v memiliki pemerintahan; ada pemerintahan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "perintah"

📝 Contoh Penggunaan kata "perintah" dalam Kalimat

1.Berikut adalah lima contoh kalimat dalam bahasa Indonesia yang menggunakan kata "perintah":
2.Pengajar memberikan perintah kepada siswa untuk menyelesaikan tugas-tugas mereka sebelum akhir semester.
3.Pada malam itu, perintah untuk meninggalkan kota telah dikeluarkan oleh pemerintah untuk menghindari kerusuhan.
4.Ia menerima perintah dari atasan untuk melakukan penyelidikan mengenai kasus korupsi di perusahaan itu.
5.Dalam film itu, karakter utama menerima perintah dari penguasa untuk melakukan misi rahasia.

📚 Artikel terkait kata "perintah"

Mengenal Kata 'perintah' - Inspirasi dan Motivasi

Perintah: Makna, Konteks, dan Relevansi dalam Kehidupan Sehari-hari

Kata "perintah" memiliki makna yang luas dan kompleks dalam bahasa Indonesia. Dalam konteks historis, kata ini sering digunakan sebagai alat untuk menyebutkan aturan, komando, atau suruhan yang diberikan oleh pihak atas. Dalam kehidupan sehari-hari, kata ini digunakan untuk menyebutkan instruksi, petunjuk, atau arahan yang diberikan kepada seseorang untuk melakukan sesuatu. Dalam kalimat alami, kata "perintah" dapat digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, "Pangeran memerintahkan beberapa pelayan untuk membawa makanan ke ruang makan" atau "Komandan memerintahkan pasukan untuk melakukan serangan". Contoh lain adalah "Pekerja dipaksa untuk bekerja lembur dengan perintah dari atasan". Kata "perintah" juga memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari atau budaya Indonesia modern. Dalam konteks politik, kata ini digunakan untuk menyebutkan sistem pemerintahan, kekuasaan, dan keputusan yang diambil oleh pemerintah. Dalam konteks sosial, kata ini digunakan untuk menyebutkan aturan, komando, atau suruhan yang diberikan oleh seseorang untuk melakukan sesuatu. Dalam budaya Indonesia modern, kata "perintah" sering digunakan dalam konteks yang berbeda-beda. Misalnya, dalam konteks militer, kata ini digunakan untuk menyebutkan instruksi atau petunjuk yang diberikan kepada tentara untuk melakukan operasi militer. Dalam konteks politik, kata ini digunakan untuk menyebutkan keputusan atau kebijakan yang diambil oleh pemerintah. Dalam kesimpulan, kata "perintah" memiliki makna yang luas dan kompleks dalam bahasa Indonesia. Dalam konteks historis, kata ini digunakan sebagai alat untuk menyebutkan aturan, komando, atau suruhan yang diberikan oleh pihak atas. Dalam kehidupan sehari-hari, kata ini digunakan untuk menyebutkan instruksi, petunjuk, atau arahan yang diberikan kepada seseorang untuk melakukan sesuatu.