Arti Kata "pentosa" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "pentosa" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

pentosa

pen·to·sa /péntosa/ n Kim gula monosakarida dng lima atom karbon dl satu molekul

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "pentosa"

📝 Contoh Penggunaan kata "pentosa" dalam Kalimat

1.pentosa adalah salah satu jenis gula monosakarida yang banyak terkandung dalam buah-buahan.
2.Selama pelajaran biokimia, siswa mempelajari tentang struktur molekul pentosa dan fungsinya dalam metabolisme.
3.Kandungan pentosa dalam buah-buahan dapat meningkatkan nilai gizi dan rasa manisnya.
4.Ilmuwan telah berhasil menemukan cara mengubah pentosa menjadi etanol sebagai bahan bakar alternatif.
5.pentosa sering digunakan sebagai bahan dasar dalam produksi obat-obatan dan kosmetik.

📚 Artikel terkait kata "pentosa"

Mengenal Kata 'pentosa' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Pentosa" - Gula Kuno dengan Khasiat yang Menarik

Pentosa adalah salah satu jenis gula monosakarida yang terdiri dari lima atom karbon. Kata ini telah menjadi penting dalam bidang biokimia dan farmasi. Namun, tahukah Anda bahwa pentosa juga memiliki sejarah yang menarik di baliknya? Dalam bahasa Yunani kuno, "pentos" berarti "lima", dan ini mengacu pada struktur kimia pentosa yang unik. Pentosa memainkan peran penting dalam biokimia seluler, terutama dalam proses metabolisme. Gula ini dapat diubah menjadi energi dalam bentuk ATP melalui proses glikolisis. Selain itu, pentosa juga berperan dalam sintesis asam nukleat, seperti DNA dan RNA. Dalam dunia farmasi, pentosa digunakan sebagai bahan dasar untuk membuat obat-obatan, seperti obat antiinflamasi dan antitumor. Dalam kehidupan sehari-hari, kata pentosa mungkin tidak terdengar familiar, tetapi gula ini memainkan peran penting dalam beberapa makanan tradisional Indonesia. Misalnya, dalam resep tradisional Jawa, pentosa digunakan sebagai bahan dasar untuk membuat gula aren. Gula aren ini kemudian digunakan sebagai topping pada makanan manis atau sebagai bahan dasar untuk membuat sirup. Dalam budaya Indonesia modern, pentosa juga memiliki makna yang lebih luas. Kata ini mungkin digunakan sebagai simbol kekuatan dan ketahanan dalam menghadapi tantangan hidup. Dalam hal ini, pentosa dapat diartikan sebagai gula yang memiliki kemampuan untuk menghancurkan racun dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.