Arti Kata "pelosot" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "pelosot" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

pelosot

pe·lo·sot, ter·pe·lo·sot v merosot; turun sekali (tt harga)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "pelosot"

📝 Contoh Penggunaan kata "pelosot" dalam Kalimat

1.Dalam beberapa tahun terakhir, harga minyak bumi melosot drastis karena permintaan yang menurun.
2.Karena kinerja perusahaan tersebut mulai merosot, direktur utama dipanggil untuk menjelaskan hal ini di depan komisaris.
3.Dia tidak pernah bisa menemukan kebahagiaan yang sebenarnya karena dirinya sendiri yang mulai merosot saat itu.
4.Tingkat inflasi di negara itu mulai turun setelah pemerintah menerapkan kebijakan fiskal yang lebih ketat, sehingga harga barang-barang mulai melosot.
5.Para ilmuwan di laboratorium itu kecewa karena hasil penelitiannya mulai merosot setelah beberapa tahun melakukan penelitian yang sama.

📚 Artikel terkait kata "pelosot"

Mengenal Kata 'pelosot' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "pelosot" - Menguak Makna dan Relevansi

Kata pelosot seringkali digunakan dalam konteks ekonomi dan keuangan. Dalam arti resmi, pelosot berarti mengalami penurunan atau merosot, biasanya merujuk pada harga barang atau saham yang menurun signifikan. Namun, kata ini juga memiliki konotasi yang lebih luas, menggambarkan situasi ketika nilai atau kondisi suatu hal turun secara signifikan. Penggunaan kata pelosot dapat dilihat dalam beberapa kalimat berikut. Misalnya, ketika harga saham sebuah perusahaan turun drastis, maka perusahaan tersebut dapat digambarkan sebagai pelosot dalam pasar saham. Selain itu, jika harga barang tertentu menurun signifikan setelah musim liburan, maka barang tersebut dapat dikatakan merosot atau pe·lo·sot dalam konsep ekonomi. Kata pelosot memiliki relevansi yang cukup dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks ekonomi dan keuangan. Selain itu, kata ini juga dapat digunakan dalam konteks budaya dan sosial, seperti ketika suatu kejadian atau fenomena mengalami penurunan popularitas atau nilainya. Dalam budaya Indonesia modern, kata pelosot seringkali digunakan untuk menggambarkan situasi ketika suatu hal yang populer atau trendi menurun secara signifikan.