Arti Kata "pantang" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "pantang" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

pantang

pan·tang 1 n hal (perbuatan dsb) yg terlarang menurut adat atau kepercayaan; pantangan: membeli jarum dan garam pd malam hari adalah -- menurut orang-orang tua di sini; minum minuman keras adalah -- bagi umat beragama; 2 n makanan (minuman dsb) yg terlarang bagi penderita suatu penyakit; makanan (minuman dsb) yg sengaja dihindari; pantangan: daging kambing dan buah durian -- bagi penderita penyakit tekanan darah tinggi; makanan yg berasal dr makhluk yg bernyawa -- bagi seorang vegetaris; 3 v berpantang: ia masih dl --;
-- berkala pantang melakukan sanggama selama saat-saat pengeluaran sel telur atau masa subur untuk menghindari kehamilan; -- kelintasan tidak mau kalah oleh orang lain; selalu hendak menang (lebih unggul);
ber·pan·tang v 1 sedang dl keadaan tidak boleh makan sesuatu yg terlarang krn dapat mengganggu kesehatan dsb: ia ~ makan sambal krn sedang sakit perut; 2 tidak mau; tidak boleh (biar bagaimanapun): kita ~ menyerah kpd musuh; terus maju, ~ mundur;
sebelum ajal ~ mati, pb sebelum tiba waktunya tidak akan mati;
me·man·tang v 1 (sengaja) tidak mau menggunakan (melakukan, memakan, dsb): ia harus ~ garam supaya tekanan darahnya tidak naik; 2 menampik: ia tidak ~ lawan, siapa pun akan dihadapinya;
me·man·tang·kan v menjadikan pantangan;
pan·tang·an n segala yg dipantangkan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "pantang"

📝 Contoh Penggunaan kata "pantang" dalam Kalimat

1.Di masyarakat kami, minum minuman keras adalah pantang bagi umat beragama.
2.Penderita penyakit tekanan darah tinggi harus berpantang dari makanan yang kaya garam dan lemak.
3.Ibu sedang berpantang makan sambal karena sedang sakit perut.
4.Sebagai seorang vegetarian, ia memilih tidak mau makan daging hewan karena merupakan pantangan bagi pilihan hidupnya.
5.Saya tidak mau menyerah kepada musuh karena pantang tidak boleh kalah dalam pertarungan.

📚 Artikel terkait kata "pantang"

Mengenal Kata 'pantang' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "pantang" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "pantang" sering digunakan dalam berbagai konteks dalam bahasa Indonesia. Secara umum, kata ini memiliki makna "hal yang terlarang menurut adat atau kepercayaan". Dalam sejarah, kata ini telah digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk mengidentifikasi perbuatan atau kebiasaan yang dianggap tidak pantas atau tidak sesuai dengan norma masyarakat.

Contoh Penggunaan Kata Pantang dalam Kalimat

Dalam kehidupan sehari-hari, kata "pantang" sering digunakan dalam konteks yang berbeda-beda. Misalnya, "Membeli jarum dan garam pada malam hari adalah pantang menurut orang-orang tua di sini". Kata ini juga digunakan untuk mengidentifikasi makanan atau minuman yang tidak boleh dikonsumsi oleh penderita penyakit tertentu, seperti "Daging kambing dan buah durian adalah pantang bagi penderita penyakit tekanan darah tinggi".

Relevansi Kata Pantang dalam Kehidupan Sehari-hari

Kata "pantang" juga memiliki relevansi dengan kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks kebiasaan atau tradisi. Misalnya, ada orang yang memilih untuk berpantang melakukan sanggama selama saat-saat pengeluaran sel telur atau masa subur untuk menghindari kehamilan. Kata ini juga digunakan untuk mengidentifikasi sifat atau kebiasaan seseorang yang selalu ingin menang atau lebih unggul, seperti "Ia selalu berpantang tidak mau kalah oleh orang lain". Dalam keseluruhan, kata "pantang" memiliki makna yang luas dan dapat digunakan dalam berbagai konteks. Dengan memahami makna dan penggunaan kata ini, kita dapat lebih baik dalam mengidentifikasi dan menghindari perbuatan atau kebiasaan yang tidak pantas atau tidak sesuai dengan norma masyarakat.