Arti Kata "objektivisme" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "objektivisme" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

objektivisme

ob·jek·ti·vis·me /objéktivisme/ n paham atau aliran yg menerima segala sesuatu secara objektif

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "objektivisme"

📝 Contoh Penggunaan kata "objektivisme" dalam Kalimat

1.Pemahaman objektivisme sangat diperlukan dalam penelitian ilmiah untuk menghindari bias.
2.Sebagai seorang jurnalis, aku harus selalu berpegang pada prinsip objektivisme dalam menulis berita.
3.Pada abad ke-18, Ayn Rand menjadi tokoh utama dalam mempopulerkan objektivisme sebagai filsafat hidup.
4.objektivisme menjadi salah satu tema sentral dalam novel "Piknik di Kampung Cinta" karya Ayn Rand.
5.Dalam pendidikan, guru harus menerapkan metode pembelajaran yang objektivisme untuk meningkatkan kemampuan siswa berpikir kritis.

📚 Artikel terkait kata "objektivisme"

Mengenal Kata 'objektivisme' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Objektivisme" - Inspirasi dan Motivasi

Objektivisme adalah sebuah paham atau aliran yang menerima segala sesuatu secara objektif, tanpa memihak atau mempunyai pendapat pribadi. Konsep ini telah ada sejak lama dan diwariskan melalui berbagai filsuf dan pemikir besar. Dalam konteks historis, objektivisme berkembang sebagai reaksi terhadap subjektivisme, yaitu cara pandang yang sangat subjektif dan pribadi.

Penggunaan Kata "Objektivisme" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Objektivisme memiliki banyak aplikasi dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, dalam bidang jurnalistik, seorang reporter harus menggunakan objektivisme ketika menulis berita, agar informasi yang disampaikan dapat dipercaya dan tidak terpengaruh oleh kepentingan pribadi. Dalam bidang pendidikan, guru harus menggunakan objektivisme ketika menganalisis topik tertentu, agar peserta didik dapat memahami materi dengan jelas dan tidak terpengaruh oleh pendapat pribadi.

Relevansi Objektivisme dalam Kehidupan Modern

Objektivisme sangat relevan dalam kehidupan modern, terutama dalam era digital yang seringkali diwarnai oleh opini dan pendapat pribadi. Dalam berbagai platform media sosial, banyak orang yang berbagi pendapat dan opini tanpa menggunakan objektivisme. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan reputasi dan kepercayaan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menggunakan objektivisme dalam berbagai aspek kehidupan, agar kita dapat berkomunikasi dengan efektif dan tidak terpengaruh oleh kepentingan pribadi. Dengan menggunakan objektivisme, kita dapat menjadi lebih objektif dan tidak terjebak dalam lingkaran opini dan pendapat pribadi.