Arti Kata "uang seraya" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "uang seraya" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

uang seraya

uang yang harus dibayar oleh penduduk untuk keperluan desa (seperti gaji kepala negeri dan juru tulis)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "uang seraya"

📝 Contoh Penggunaan kata "uang seraya" dalam Kalimat

1.Pada hari itu, warga desa bersiap membayar uang seraya kepada juru tulis desa.
2.Pembayaran uang seraya bulan ini telah dilakukan oleh warga desa dan telah dikumpulkan ke kantor desa.
3.Sebagai kepala desa, dia harus melaporkan penggunaan uang seraya yang telah dibayarkan oleh warga.
4.Sejak menjadi kepala desa, dia telah mengalami perubahan signifikan dalam penggunaan uang seraya yang dibayarkan.
5.Penggunaan uang seraya yang lebih bijak membuat desa memiliki kemajuan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

📚 Artikel terkait kata "uang seraya"

Mengenal Kata 'uang seraya' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Uang Seraya" - Fungsi dan Maknanya dalam Masyarakat

Makna Umum dan Konteks Historis Uang Seraya

Uang seraya adalah istilah yang digunakan dalam konteks sejarah dan sosial di Indonesia. Secara resmi, uang seraya diartikan sebagai uang yang harus dibayar oleh penduduk untuk keperluan desa, seperti gaji kepala negeri dan juru tulis. Konsep ini telah ada sejak masa kolonial Belanda dan masih relevan hingga saat ini. Uang seraya sering dipakai untuk membayar biaya administrasi dan kebutuhan lainnya di desa.

Contoh Penggunaan Uang Seraya dalam Kalimat Alami

Penggunaan uang seraya dalam kalimat alami dapat dilihat dalam beberapa contoh berikut. Misalnya, "Pemerintah desa menetapkan uang seraya sebesar Rp 10.000 per tahun untuk membayar gaji kepala negeri." Atau dalam kalimat lain, "Penggunaan uang seraya harus tercatat dalam buku keuangan desa untuk keperluan akuntansi." Dengan demikian, uang seraya berperan penting dalam menjalankan administrasi desa.

Relevansi Uang Seraya dalam Kehidupan Sehari-Hari

Dalam kehidupan sehari-hari, uang seraya masih relevan dalam beberapa aspek. Misalnya, dalam sistem pemerintahan desa, uang seraya digunakan untuk membayar gaji pegawai dan biaya administrasi. Selain itu, uang seraya juga digunakan dalam konteks budaya, seperti dalam tradisi adat istiadat masyarakat desa. Dengan demikian, uang seraya merupakan bagian penting dari kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia.